AB Asmarandana: Hadroh Sarat Pesan Moral dan Spiritual, Bukan Sekedar Seni Islami

INILAHTASIK.COM | Festival Olahraga dan Seni Islam (FORSA) 2024 PD Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indoensia (Prima DMI) Kota Tasikmalaya, yang berlangsung Sabtu dan Minggu, 9-10 November 2024, menjadi ajang kompetisi hadroh yang diikuti oleh 25 kelompok dari berbagai pondok pesantren dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Tasikmalaya. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan bakat seni para santri dan pelajar, sekaligus mempererat hubungan antar institusi pendidikan Islam dan pendidikan Umum di Tasikmalaya. 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PD Prima DMI Kota Tasikmalaya ini sebagai wadah ekspresi seni Islam, dengan berbagai lomba seperti olahraga esport Mobile Legend, mewarnai untuk jenjang TK dan SD, serta kesenian Islami. 

Selain untuk meningkatkan kualitas seni di kalangan santri, FORSA diharapkan dapat menjadi acara tahunan yang semakin besar dan bermanfaat bagi komunitas pesantren dan para pelajar di Tasikmalaya​​​​.

Salah Satu Juri kompetisi Hadroh di Festival Olahraga dan Seni Islami (FORSA) 2024, Tasikmalaya, AB Asmarandana menekankan pentingnya memahami hadroh dari perspektif sejarah. 

Menurutnya, hadroh memiliki nilai sejarah yang kaya dalam menyampaikan pesan pesan moral dan spiritual melalui seni suara. Dengan memahami latar belakang sejarah hadroh, peserta dapat lebih mendalami makna dan esensi yang ingin disampaikan, sehingga penampilannya tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga media dakwah dan pengingat nilai nilai Islam yang luhur.

Musisi Religi, Ervan dan Alfin, menekankan akan pentingnya penggunaan alat musik dan irama tertentu dalam hadroh. Menurut keduanya, alat musik dan ritme yang tepat mampu menambah kedalaman spiritual hadroh, membantu memperkuat pesan moral dan keagamaan yang dibawakan.

“Dalam hadroh, alat musik yang digunakan biasanya sederhana dan bertujuan untuk menjaga fokus pada lirik serta pesan spiritual,” kata Ervan.

Menurutnya, beberapa alat musik, seperti Duff atau rebana Instrumen perkusi tradisional yang banyak digunakan dalam Seni Musik Islami hadroh, hal ini untuk menjaga irama tanpa mendominasi suara vokal. 

“Gendang alat pukul yang kadang digunakan dalam hadroh modern untuk menambah dimensi ritme,” ujar Alfin. 

Secara umum, alat musik dalam hadroh berfungsi untuk memperkuat pesan spiritual tanpa mengganggu esensi vokal dan lirik yang menjadi inti dari lagu tersebut. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *