INILAHTASIK.COM | Program Save Jompo yang dijalankan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera (PNS) kembali mengungkap fakta akurasi sistem pendataan sosial di Kota Tasikmalaya. Kali ini melalui kasus Bah Uun, lansia berusia 73 tahun, asal Dusun Rancabeureum, Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu, yang selama bertahun-tahun tak pernah mendapatkan bantuan sosial apapun.
Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa ketidakakuratan dan ketimpangan dalam pendataan sosial masih menjadi tantangan yang belum terpecahkan. Banyak pihak menilai Pemerintah Kota Tasikmalaya gagal dalam tugasnya memastikan bantuan sampai ke tangan yang benar-benar berhak menerima.
Relawan Yayasan Padi, Yanuar M Rifqi, menekankan bahwa kasus Bah Uun tidak boleh dianggap remeh. Ia langsung mendesak pemerintah untuk melakukan pembaruan dan perbaikan menyeluruh pada sistem pendataan agar program perlindungan sosial benar-benar menyentuh kelompok rentan.
“Bah Uun jelas termasuk warga yang paling membutuhkan, tetapi ia tak pernah merasakan sentuhan bantuan apapun. Ini bukti bahwa pendataan yang dilakukan pemerintah bermasalah dan perlu ditinjau ulang secepatnya,” ungkap Yanuar, usai menyerahkan bantuan kepada Bah Uun, Rabu 10 Desember 2025.
Sebagai langkah tanggap cepat, Yayasan Padi telah memberikan bantuan langsung kepada Bah Uun berupa beras dan uang tunai. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar Bah Uun dan keluarga, sambil menunggu tindakan nyata dari pemerintah.
Yanuar menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lagi bergantung pada data statis yang tak pernah diperbarui. Menurutnya, kasus ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk lebih proaktif dalam memantau dan memperbarui basis data.
“Jika seorang lansia miskin bisa terlewatkan, kita harus mempertanyakan kualitas pendataan. Siapa tahu, banyak warga lain yang mengalami nasib sama, tetapi belum terdeteksi,” katanya.
Kasus Bah Uun menambah daftar temuan serupa yang telah ditemukan Program Save Jompo Yayasan Padi selama beberapa bulan terakhir. Selama periode itu, pihak yayasan telah mengidentifikasi sejumlah lansia terpinggirkan dari akses bantuan sosial.











