INILAHTASIK.COM | Suasana sahur di Kampung Legok Asih, Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kebakaran hebat menghanguskan dua rumah panggung milik warga pada Kamis dini hari, 5 Maret 2026.
Peristiwa tersebut membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus membantu memadamkan kobaran api yang dengan cepat membesar.
Dua rumah yang terbakar diketahui milik Ije (70) dan Roni (30). Bangunan panggung berbahan kayu dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dan 6 x 5 meter itu tidak mampu bertahan lama saat api mulai melahap bagian dapur hingga merembet ke seluruh bangunan rumah.
Kapolsek Salawu, Dedi Darsono, menjelaskan bahwa api diduga berasal dari tungku tradisional yang digunakan untuk memasak air nira, bahan baku pembuatan gula aren.
Menurut keterangan pemilik rumah, sebelum kejadian Roni sedang merebus air nira di dapur menggunakan tungku atau hawu. Setelah itu ia sempat meninggalkan dapur untuk menidurkan anaknya di ruang tengah rumah.
“Api diduga berasal dari tungku yang digunakan untuk memasak air nira. Saat proses memasak berlangsung, api menjalar ke bagian dapur yang sebagian besar berbahan kayu,” ujar Dedi.
Kondisi bangunan yang didominasi material mudah terbakar ditambah hembusan angin membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah di sebelahnya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memadamkan api secara manual menggunakan air dari kolam yang berada di sekitar lokasi. Namun keterbatasan peralatan membuat api sulit dikendalikan.
Dalam waktu kurang dari dua jam, kedua rumah panggung tersebut habis dilalap si jago merah hingga hanya menyisakan puing dan abu.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kerugian materi yang dialami para korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan sekitar seratus juta rupiah,” kata Dedi.











