Santuni Pelajar dengan Alat Tulis, GMBI Maknai HUT RI sebagai Simbol Belajar

Meski nilainya tak seberapa, Dede menyebut, paling tidak pihaknya menjadi salah satu organisasi LSM yang mempunyai kepedulian terhadap sesama, dengan harapan semua yang dilakukannya adalah Ridho Allah SWT.  

Santuni  Pelajar dengan Alat Tulis, GMBI Maknai HUT RI sebagai Simbol Belajar

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | HUT ke-77 RI tahun 2022 diadakan di setiap pelosok negeri dengan berbagai macam kegiatan, mulai dari upacara bendera, kegiatan sosial bahkan perlombaan sesuai dengan kultur dan budaya masing-masing. 

Bagi LSM GMBI Distrik Kota Tasikmalaya, memaknai HUT RI kali ini dengan memberikan santunan alat tulis juga buku kepada anak-anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD dan SMP ) di lingkungan Kesekretariatan, Jl. Raya Cibeuti Kp. Nagrog RW 02, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. 

Ketua LSM GMBI Kota Tasikmalaya, Dede Sukmajaya mengatakan alasan menyantuni pelajar yaitu sebagai sebuah simbol baginya dan masyarakat luas guna mendapatkan ilmu karena dinilai sangat penting dalam kehidupan. 

"Karena Negara kita saja belum tentu bisa merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang pada waktu itu jika anak-anak bangsa ini tidak punya kecerdasan. Artinya, ilmu itu akan membawa kita kepada kecerdasan berpikir, berperilaku, kecerdasan bertindak, kecerdasan spiritual dan emosional, bahkan kecerdasan sosial. Maka dari itu, kami sangat terinspirasi oleh anak-anak sekolah yang juga ikut serta pada kegiatan kami termasuk upacara bendera,” ucapnya, Rabu 17 Agustus 2022. 

Ia pun beryukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Selain para pendiri bangsa yang dengan keringat bahkan darah juga nyawa menjadi bagian pengorbanan mereka dalam memerdekan negeri ini dari cengkraman penjajah asing. 

Dede juga mengungkapkan bahwa kegiatan sosialnya itu merupakan sebuah kewajiban. 

“Karena bagaimana pun kita diamanati bukan hanya Negara saja, tapi juga harus ikut dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga anak-anak bangsa menjadi calon- calon pemimpin yang cerdas dan dapat membawa negeri ini lebih baik ke depann serta mempunyai amanah yang istiqomah dengan tujuan membawa negeri ini yang ba'datun toyyibatun warobbun ghofur,” paparnya. 

Meski nilainya tak seberapa, Dede menyebut, paling tidak pihaknya menjadi salah satu organisasi LSM yang mempunyai kepedulian terhadap sesama, dengan harapan semua yang dilakukannya adalah Ridho Allah SWT.  

Dalam sambutannya, Dede menyempaikan, secara global bangsa Indonesia sudah merdeka, akan tetapi belum semua rakyat negeri ini merdeka terutama secara ekonomi. 

“Namun wajib kita syukuri bahwa hari ini penjajahan fisik Sudah tidak ada lagi di negeri ini. Semoga negeri ini segera sembuh dari berbagai penyakit. Mari kita mulai sembuhkan diri kita dalam setiap aspek kehidupan.” tandasnya.