Sikapi Video Tak Senonoh, Pemkot Tasik Diminta Bertindak Tegas

Sikapi Video Tak Senonoh, Pemkot Tasik Diminta Bertindak Tegas

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Beberapa hari lalu warga Kota Tasikmalaya dihebohkan dengan beredarnya rekaman video sepasang remaja diduga melakukan perbuatan tak senonoh di Taman Dadaha.

Dari video berdurasi 15 detik itu, terekam sepasang pelajar dengan kaos hitam dan olahraga biru yang sedang berpelukan. Remaja laki-laki terekam tengah meraba-raba area tubuh perempuannya.

Sontak kabar tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai pihak. Salah satunya dari Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Opik Taufik Rahman.

Ia menyayangkan, prilaku negatif dalam video yang tersebar itu tak seharusnya dilakukan oleh oknum pelajar. Lebih parahnya lagi dilakukan di tempat umum.

Menurutnya, aksi tak terpuji itu menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Kota Tasik yang di cap sebagai kota religius dan kota santri.

“Jadi jangan sampai timbul anggapan Tasik ini jadi tempat bebas untuk berekspresi berbasis asusila,” ucap Opik, saat ditemui di Sekretariat DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Kamis 19 Januari 2023.

"Ini jadi cambuk bagi dunia pendidikan, sejauh mana pembelajaran tentang budi pekerti dan pembelajaran tentang keagamaan sampai hal ini bisa terjadi,” tambahnya.

Dinas Pendidikan harus melakukan monitoring dan evaluasi, berikan pembinaan ke tiap satuan pendidikan yang ada di lingkungannya. Selain itu, pihak lembaga pendidikan (sekolah-red) harus bertanggung jawab terhadap anak didik, pantau setiap anak didiknya selama jam pelajaran sekolah.

“Melihat video yang tersebar, dari seragam yang di pakai pada saat kejadian tersebut mungkin terjadi pada jam pelajaran PJOK,” tuturnya.

Ia meminta, pemkot segera menindaklanjuti kejadian tersebut. Jika tidak ditindak cepat dan tegas, tidak menutup kemungkinan kejadian serupa bakal kembali terjadi. Bahkan bisa menjamur ke tempat lain yang menjadi ruang-ruang publik.

"Perlu ketegasan dari pihak pemerintah dengan mengedepankan sikap persuasif dan preventif untuk menanggulangi hal tersebut. Jika ini terus dibiarkan jelas berbahaya,” kata Opik.

Ia mengaku heran, pasalnya akses instansi terkait ke area Taman Dadaha cukup dekat bahkan bisa disebut satu komplek. Anehnya masih bisa kecolongan dari aksi-aksi tidak terpuji semacam itu.