Soal Kegiatan Kesiapsiagaan Bencana, Wabup Cecep Beri Apresiasi Polres Tasikmalaya

Polres Tasikmalaya menggelar pelatihan kesiapsiagaan bencana untuk seluruh personil jajaran dan sejumlah stakeholder terkait.

Soal Kegiatan Kesiapsiagaan Bencana, Wabup Cecep Beri Apresiasi Polres Tasikmalaya

KAB. TASIK, INILAHTASIK.COM | Siaga hadapi bencana, Polres Tasikmalaya menggelar pelatihan kesiapsiagaan bencana untuk seluruh personil jajaran dan sejumlah stakeholder terkait lainnya, bertempat di Pendopo baru komplek gedung Bupati, Selasa 15 November 2022.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, saya menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran Polres Tasikmalaya yang sudah menggelar kegiatan ini," ucap H Cecep Nurul Yakin, Wakil Bupati, usai menghadiri kegiatan pelatihan kesiapsiagaan bencana, di Pendopo baru, Selasa 15 November 2022.

Ia menyebut, ini adalah bagian dari ikhtiar seluruh jajaran kepolisian Pemkab Tasikmalaya, seperti kita ketahui bahwa Kabupaten Tasikmalaya termasuk kabupaten yang sangat rawan bencana.

"Kita merupakan empat kabupaten terbesar wilayahnya di Jawa Barat dengan jumlah penduduk lebih dari 1,8 juta jiwa. Tentunya masyarakat harus merasakan kepastian tinggal Tatar Sukapura ini aman dan nyaman," ujarnya.

Akan tetapi, kondisi eksisting hari ini, kenyataannya lebih dari di 200 titik di Kabupaten Tasikmalaya alami kejadian bencana, dan kita harus segera bisa mengantisipasinya dengan ikhtiar dari para penyelenggara pemerintahan.

Selain kesiapsiagaan hadapi bencana, kata Cecep, juga harus ada ikhtiar sustainable yang preventif, bagaimana kita bisa menjaga lingkungan, menjaga alam kita supaya tetap terjaga dengan baik, karena sebagian besar kejadian alam ini timbul dari perilaku kita sendiri manusianya. Sehingga perlu adanya regulasi guna menjadikan kawasan hutan produksi menjadi hutan lindung.

"Nanti akan kita bahas bersama Pak Sekda dan Kabid Lingkungan Hidup, supaya melihat kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang kita punya dan harus didorong ada Perbup kaitan dengan titik-titik dimana longsor itu terjadi, yang disebabkan alamnya rusak. Sudah saatnya kita ubah hutan produksi, untuk ditetapkan menjadi hutan lindung," terang CNY sapaan akrabnya.

Menurutnya, bencana itu tidak bisa ditolak, tapi hanya bisa dihindari. Salah satunya melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Pihakmya bersama BPBD sudah berkunjung ke Telkom university bertemu dengan Prof Khairul, beliau menemukan alat yang sekarang mau dikembangkan dan rencananya mau launching di Kabupaten Tasikmalaya.

"Beliau ingin launchingnya di Kabupaten Tasikmalaya, mengingat potensi bencana mulai dari Gunung Merapi, longsor, hingga Tsunami ada. Namanya itu Early Warning System," tuturnya.

"Jadi kalau sudah dipasang alat tersebut, sudah ada warning akan terjadi bencana, masyarakat bisa segera menghindar menjauh dari lokasi tersebut dan segera pindah ke lokasi yang lebih aman," pungkas Cecep.

Sementara itu, Waka Polres Tasikmalaya, Kompol M Alan Haikel mengatakan, seperti kita ketahui bahwa Kabupaten Tasikmalaya masuk dalam wilayah rawan bencana, baik itu longsor, banjir dan lainnya. Sehingga kita perlu menyamakan persepsi dan kemampuan dalam menghadapi bencana.

"kita undang seluruh stakeholder terkait, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten untuk menambah skill dan pengetahuan. Sehingga nanti pada saat kejadian bencana stakeholder terkait sudah siap dalam menanggulanginya," ungkapnya.