Opini  

Tanda Orang Bodoh, Enam Sifat yang Perlu Dihindari

INILAHTASIK.COM | Seorang ahli hikmah berkata. Ada enam sifat yang menjadi tanda seseorang yang jahil atau bodoh. Keenam hal ini bukan hanya sekadar kesalahan kecil, tapi cerminan hati yang belum dewasa dan akal yang belum tenang.

Pertama, marah tanpa sebab yang benar

Maksudnya, ia mudah marah kepada manusia, kepada hewan, bahkan kepada segala sesuatu yang membuatnya tidak senang. Sifat seperti ini adalah tanda kebodohan, karena orang berakal tidak dikuasai oleh emosinya, tetapi menguasai emosinya dengan kesabaran.

Orang bijak tidak memadamkan amarah dengan amarah, tetapi dengan air sabar. Hati yang besar bukanlah hati yang tidak pernah marah, tetapi hati yang mampu menahan diri ketika amarah datang.

Kedua, berbicara tanpa manfaat

Hendaknya orang berakal tidak berbicara kecuali dengan perkataan yang membawa manfaat bagi urusan dunia maupun akhiratnya. Berbicara tanpa faedah adalah tanda hati yang kosong dari hikmah.

Kata yang lahir dari hati akan sampai ke hati, tapi kata yang lahir dari hawa nafsu hanya membuat gaduh di telinga. Bijaksanalah dalam berbicara, karena lisan bisa menjadi taman pahala, atau duri yang melukai jiwa.

Ketiga, memberi pada tempat yang tidak semestinya

Yaitu seseorang yang memberikan hartanya kepada orang yang tidak membuatnya mendapatkan pahala atau manfaat. Kedermawanan yang tidak disertai hikmah bisa menjadi pemborosan, bukan kebaikan.

Memberi itu indah, tapi memberi dengan bijak adalah keindahan yang lebih tinggi. Jangan memberi hanya karena ingin dipuji, tapi berilah karena ingin di Ridhai.

Keempat, menyebarkan rahasia kepada siapa pun

Orang bodoh tidak mampu menjaga amanah dan rahasia. la menceritakan segalanya kepada setiap orang, tanpa memilah siapa yang pantas mendengar. Padahal, menjaga rahasia adalah tanda kematangan jiwa dan ketenangan hati.

Tidak semua yang kita tahu harus kita katakan, dan tidak semua yang kita katakan harus didengar oleh semua orang. Simpan sebagian rahasia dalam diam, karena dalam diam terkadang terdapat keselamatan.

Kelima, percaya kepada setiap orang

la mudah percaya tanpa pertimbangan. Padahal orang berakal, berhati-hati dalam menaruh kepercayaan agar tidak tertipu dan disakiti. Kepercayaan adalah mutiara, jangan letakkan ia di tangan yang belum tentu bersih.

Berbaik sangkalah, tapi jangan sampai buta. Percayalah, tapi tetaplah bijak. Sebab hati yang waspada bukan berarti curiga melainkan menjaga diri dari luka yang sama.

Keenam, tidak bisa membedakan antara teman dan musuh

Maksudnya, seseorang seharusnya mengenali siapa sahabatnya agar ia dapat menaatinya, dan mengetahui siapa musuhnya agar berhati-hati darinya. Dan musuh pertama yang harus diwaspadai adalah setan, maka janganlah menaatinya dalam apa pun yang ia perintahkan.

Setan tidak datang dengan wajah menyeramkan, tetapi dengan bisikan yang indah. Ia menghias dosa dengan alasan, dan menutup kebenaran dengan pembenaran. Maka kenalilah musuhmu mulai dari yang berbisik di dalam hatimu sendiri.

Keenam tanda kebodohan ini adalah cermin bagi jiwa. Siapa yang melihatnya dalam dirinya, hendaklah ia memperbaiki diri bukan dengan marah, tetapi dengan sadar. Karena kebijaksanaan bukan datang dari banyak ilmu, tapi dari hati yang mau belajar dari kesalahan.

Referensi: Kitab Tanbihul Ghafilin 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *