INILAHTASIK.TV | Tasik PELAK (Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan) menjadi salah satu dari tujuh program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizy Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Candra.
Program ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata hingga tingkat kelurahan dan kecamatan melalui pemberdayaan masyarakat serta pengembangan potensi ekonomi lokal di setiap wilayah.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat dalam menyukseskan program tersebut, salah satunya Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya. Di dinas ini, bidang Industri, Koperasi dan UMKM menjadi bagian yang disasar dalam implementasi Tasik PELAK.
Kepala Bidang Industri pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, H. Ramdhan, mengatakan program tersebut akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku industri kecil, seperti pengrajin mendong, payung geulis, batik dan usaha kecil lainnya.
“Program ini nantinya akan terfokus pada peningkatan SDM pelaku industri kecil yang ada di Kota Tasikmalaya dan akan dilaksanakan mulai tahun ini,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (24/02/2026) melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, pihaknya juga mendorong kolaborasi UMKM dengan pasar modern. Pasalnya, terdapat alokasi ruang hingga 30 persen bagi produk lokal Kota Tasikmalaya untuk dipajang di pasar modern.
Sementara itu, di Kecamatan Cibeureum, Tasik PELAK difokuskan antara lain pada pengembangan ayam ras petelur (Paraslur). Program ini dinilai membantu masyarakat dalam upaya penanganan stunting melalui pemenuhan gizi keluarga.
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum, Sulistiawaty, mengatakan program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam menyediakan telur organik yang lebih sehat.
“Ini diurus oleh ibu-ibu secara bergiliran, mulai dari pemberian pakan hingga membersihkan kotoran. Kotorannya difermentasi menjadi pupuk tanaman, jadi sistemnya terintegrasi,” katanya.
Kepala Bidang Peternakan Kota Tasikmalaya, H. Cecep Kustiawan, SP, MP, menjelaskan program Paraslur telah berjalan selama satu tahun. Setiap kelompok mendapatkan 12 ekor ayam petelur untuk mendukung peningkatan gizi keluarga.
“Telur yang dihasilkan diharapkan bisa dikonsumsi balita. Empat butir untuk pembelian pakan, dan empat butir lagi untuk investasi,” tuturnya.
Di Kecamatan Bungursari, Tasik PELAK difokuskan pada sektor pertanian. Beberapa waktu lalu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra, menghadiri kegiatan panen cabai bersama petani muda di Kelurahan Cibunigeulis.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor pertanian sekaligus pemberdayaan petani milenial.
Ia menekankan pentingnya memberikan ruang dan dukungan bagi petani muda serta penyuluh pertanian agar sektor pertanian di Kota Tasikmalaya dapat terus berkembang dan berkelanjutan.











