Daerah  

Tim DS PKS Sosialisasi Pasangan Jabar Asih, Warga Sindangsari Sampaikan Keluhan Infrastruktur dan Diskriminasi

INILAHTASIK.COM | Tim Direct Selling (DS) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tasikmalaya terus melanjutkan sosialisasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibi, yang mengusung slogan “Jabar Asih.”

Kali ini, tim melakukan sosialisasi di wilayah Sindangsari, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Selain memberikan edukasi politik, Tim DS juga menjaring berbagai aspirasi dan keluhan dari masyarakat setempat yang beragam, mulai dari masalah infrastruktur, ekonomi, hingga isu toleransi beragama.

Infrastruktur Jalan Rusak Hambat Usaha

Endang, seorang penjual bubur keliling yang tinggal di RW/01 Sindangsari, mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan di daerahnya. Menurutnya, jalan yang rusak parah menyulitkan dirinya ketika harus mendorong gerobak untuk berjualan di sekitar perkampungan. Tidak hanya itu, banyaknya polisi tidur atau tanggul jalan yang dipasang secara tidak beraturan oleh warga semakin menyulitkan perjalanannya.

“Jalan di daerah kami rusak, jadi mendorong gerobak untuk berjualan itu berat sekali. Apalagi banyak polisi tidur yang dibuat warga seenaknya. Saya berharap ada aturan khusus dari pemerintah yang mengatur pemasangan polisi tidur ini, supaya tidak sembarangan,” ungkap Endang kepada Tim DS.

Tim DS mencatat keluhan tersebut dan menjelaskan bahwa pasangan Jabar Asih memiliki program peningkatan infrastruktur di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian, termasuk perbaikan jalan-jalan rusak agar dapat mendukung aktivitas ekonomi warga.

Tantangan Ekonomi dan Keterbatasan Pekerjaan

Selain keluhan infrastruktur, Junjun, seorang warga yang kini bekerja sebagai security, juga menyampaikan aspirasinya kepada Tim DS. Ia menceritakan perjalanan hidupnya, yang sebelumnya merupakan seorang guru dengan masa bakti puluhan tahun. Namun, setelah lama mengajar, ia tidak kunjung diangkat menjadi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Merasa tak ada kepastian, akhirnya Junjun memutuskan berhenti dan beralih menjadi seorang security pabrik.

“Sudah puluhan tahun saya mengabdi sebagai guru, tapi tidak pernah diangkat menjadi CPNS. Sekarang saya jadi security, meskipun usia saya sudah tua, saya masih ingin produktif. Saya berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada lansia yang masih bisa bekerja seperti saya,” kata Junjun dengan nada berharap.

Tim DS menyampaikan bahwa pasangan Jabar Asih berkomitmen untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan memberikan perhatian khusus kepada kelompok-kelompok rentan, termasuk lansia yang masih aktif bekerja.

Harapan Toleransi dan Kesetaraan Hak Beribadah

Mariam, seorang warga yang berasal dari Medan dan telah menetap selama 25 tahun di Sindangsari, mengungkapkan masalah diskriminasi yang masih ia rasakan sebagai penganut agama minoritas. Ia merasa bahwa meskipun sudah lama tinggal di Tasikmalaya, ia dan keluarganya masih sering mengalami perlakuan yang berbeda dalam menjalankan ibadah, terutama saat melakukan kegiatan keagamaan di rumah.

“Saya sudah tinggal di sini 25 tahun, tapi kadang masih merasa ada diskriminasi. Selain di gereja, kami juga sering mengadakan ibadah di rumah, seperti umat muslim mengadakan pengajian. Namun, kegiatan kami sering mendapat larangan dari warga setempat. Saya berharap ada peningkatan toleransi dan kami diberi hak yang sama dalam menjalankan ibadah,” ujar Mariam dengan suara lirih.

Tim DS mendengarkan dengan penuh perhatian dan menjelaskan bahwa pasangan Jabar Asih berkomitmen untuk membangun Jawa Barat yang lebih toleran dan inklusif. Mereka berjanji akan mengupayakan dialog dan mediasi untuk menciptakan keharmonisan antarumat beragama, sehingga setiap warga dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman.

Respons Tim DS dan Komitmen Jabar Asih

Setelah menerima berbagai aspirasi dari warga, Tim DS menyampaikan bahwa pasangan Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibi mengusung visi untuk menciptakan Jawa Barat yang lebih maju, sejahtera, dan penuh dengan semangat kebersamaan. Mereka berfokus pada program-program yang berpihak kepada rakyat kecil, termasuk perbaikan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan toleransi dan kerukunan antarwarga.

“Kami mencatat semua keluhan ini, dan pasangan Jabar Asih sangat berkomitmen untuk menjadikan aspirasi warga sebagai landasan dalam menyusun kebijakan. Mulai dari perbaikan jalan, perhatian terhadap pekerja lansia, hingga peningkatan toleransi beragama, semua itu akan menjadi prioritas kami,” ujar Aam Muhaemin salah satu anggota Tim DS kepada warga Sindangsari.

Sosialisasi Tim Direct Selling DPD PKS di Sindangsari menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan harapan mereka secara langsung. Dengan pendekatan yang humanis, Tim DS berusaha memastikan bahwa suara warga dapat tersampaikan kepada pasangan Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibi.

Warga Sindangsari berharap bahwa pemimpin yang terpilih nanti dapat benar-benar memperhatikan kebutuhan mereka dan memberikan solusi konkret atas berbagai masalah yang dihadapi, baik dalam bidang ekonomi, infrastruktur, maupun sosial. Sosialisasi ini tidak hanya memperkuat kampanye pasangan Jabar Asih, tetapi juga membuka ruang dialog yang lebih baik antara calon pemimpin dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *