INILAHTASIK.COM | Upaya pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Ciwulan akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan Asep Suherman (47), warga Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa (17/3/2026) siang.
Korban ditemukan sekitar pukul 13.36 WIB di wilayah Kampung Leuwibilik, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, atau sekitar enam kilometer dari lokasi awal kejadian di sekitar Jembatan Asta yang berada di perbatasan Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan proses pencarian dilakukan secara intensif sejak laporan kejadian diterima, dengan melibatkan berbagai unsur gabungan.
“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan setelah beberapa hari pencarian. Proses ini melibatkan banyak pihak dan dilakukan secara terpadu, mulai dari penyisiran darat hingga pemantauan aliran sungai,” ujar Jembar.
Ia menjelaskan, operasi SAR difokuskan di sepanjang aliran Sungai Ciwulan, mengingat arus sungai yang cukup deras saat kejadian diduga membawa korban menjauh dari titik awal.
“Arus sungai saat itu cukup deras karena kondisi air sedang pasang. Ini menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian, namun tim tetap berupaya maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel,” tambahnya.
Berdasarkan kronologi, peristiwa tersebut bermula pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban diketahui pergi ke Sungai Ciwulan untuk mencari ikan menggunakan alat setrum. Ia terakhir terlihat oleh saksi saat menyeberangi sungai sambil membawa peralatan tersebut.
Namun nahas, saat itu kondisi air sungai mulai meningkat. Korban diduga tidak mampu mengendalikan situasi hingga akhirnya tenggelam dan hilang dari pantauan. Sepeda motor milik korban ditemukan masih terparkir di dekat rumah warga sekitar lokasi.
Dalam operasi pencarian ini, tim gabungan yang terlibat terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Tagana, Satpol PP, RAPI, pemerintah desa, serta relawan lainnya.
Jembar menambahkan, koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan dalam operasi tersebut. “Semua unsur bekerja sama dengan sangat baik di lapangan. Ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam penanganan kebencanaan dan kondisi darurat,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika kondisi air sedang naik. “Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil risiko saat kondisi sungai tidak aman, demi menghindari kejadian serupa,” pungkasnya.











