Opini  

Ulbah bin Zaid, Orang Miskin yang Mengguncang ‘Arsy

INILAHTASIK.COM | Kisah ini terjadi di masa Bani Israil, bukan di zaman Nabi Muhammad SAW. Ulbah bin Zaid adalah seorang yang sangat fakir, miskin, dan menderita sakit parah yang membuatnya terbaring lemah di rumahnya.

1. Penderitaan yang Tiada Henti 

Ulbah hidup sebatang kara. Tidak ada keluarga yang merawatnya, tidak ada tetangga yang peduli, dan tidak ada tangan yang memberinya makan atau minum. Sakitnya semakin menjadi, dan yang bisa dilakukannya hanyalah menengadahkan tangan kepada Allah, berdo’a dengan penuh kepasrahan:

“Ya Allah, Engkau tahu betapa besar keinginanku untuk berjihad di jalan-Mu, tetapi Engkau mentakdirkanku dalam kondisi seperti ini.”

“Ya Allah, aku tidak bisa pergi ke tempat-tempat yang Engkau cintai untuk beribadah kepada-Mu.”

“Ya Allah, tidak ada yang mengunjungiku, tidak ada yang menyayangiku, dan tidak ada yang peduli padaku. Aku hanya memiliki-Mu, ya Allah.”

la terus-menerus berdoa dengan tulus dan penuh harap hanya kepada Allah SWT.

2. Malaikat yang Diutus 

Doa-doa dan keluh kesah Ulbah yang tulus didengar oleh para malaikat di langit. Mereka terharu mendengar rintihan hamba Allah yang begitu pasrah ini. Seorang malaikat lalu diutus oleh Allah SWT turun ke bumi.

Malaikat itu mendatangi rumah Ulbah yang sepi dan kumuh. la mengetuk pintu dan memperkenalkan diri sebagai utusan Allah.

Ulbah terkejut dan bertanya, “Apakah Tuhanku mengutusmu kepadaku? Apakah Dia, Pemilik ‘Arsy yang agung, masih mengingatku dalam keadaanku yang hina ini?”

Malaikat itu menjawab, “Ya. Demi Allah, Dia mengutusku kepadamu.”Mendengar jawaban itu, Ulbah bin Zaid pun meninggal dunia dalam keadaan sujud, bersimpuh menangis karena merasa dirinya terlalu hina hingga Allah yang Maha Agung mengutus malaikat-Nya. la wafat dalam keadaan Husnul Khatimah, langsung di hadapan malaikat.

3. Mengguncang ‘Arsy 

Ketika Ulbah wafat, Allah SWT berfirman kepada para malaikat-Nya: “Wahai para malaikat-Ku, saksikanlah bahwa hari ini Aku telah mengampuni Ulbah bin Zaid dan meridhainya.”

Para malaikat pun berkata, “Wahai Rabb kami, bagaimana Engkau bisa mengampuni dan meridhainya? la tidak pernah melakukan amal shalih yang Engkau perintahkan.”

Allah SWT lalu berfirman yang maknanya: “Wahai para malaikat-Ku, kalian tahu keadaan hamba-Ku ini. Kalian tahu kesendiriannya, kefakirannya, dan sakitnya. Kebutuhan duniawinya tertahan, tetapi ia hanya menghadap dan berharap kepada-Ku. Demi Kemuliaan dan Keagungan-Ku, sungguh ia telah mengguncang ‘Arsy-Ku dengan doa dan rintihannya. Dan tidaklah seorang hamba mengguncang ‘Arsy-Ku dengan doanya, melainkan Aku pasti akan mengampuninya.”

Allah kemudian memerintahkan para malaikat untuk memandikan, mengkafani, menshalati, dan menguburkan jenazah Ulbah bin Zaid. Para malaikat pun melaksanakannya.

Pelajaran Penting dari Kisah Ulbah bin Zaid:

1. Kekuatan Doa Orang yang Terzhalimi & Lemah

Doa orang yang dalam kesulitan, miskin, dan tidak berdaya sangat mustajab di sisi Allah. la langsung menembus langit dan didengar oleh Allah.

2. Allah Maha Melihat dan Mendengar

Allah tidak pernah lupa pada hamba-Nya, seberapa pun hina dan terpuruknya dia di mata manusia. Allah tahu setiap rintihan dan tetes air matanya.

3. Kesucian Hati dan Ketulusan

Ulbah tidak memiliki amal jasmani yang banyak, tetapi yang Allah nilai adalah kesucian hatinya, ketulusan doanya, dan kepasrahannya yang total hanya kepada Allah.

4. Kedudukan Tawakal dan Rasa Butuh kepada Allah

Kisah ini mengajarkan bahwa merasa sangat membutuhkan Allah (faqr) adalah derajat yang sangat mulia di sisi-Nya.

Perbedaan dengan Kisah Ubaid bin Zaid:

Ulbah bin Zaid adalah Kisah inspiratif dari Bani Israil tentang kekuatan doa dan kepasrahan seorang yang miskin dan sakit, yang berakhir dengan pengampunan Allah.

Sedangkan, Ubaid bin Zaid, Kisah tragis di zaman Nabi Muhammad SAW, tentang bahaya khamr dan kecemburuan, yang menjadi sebab turunnya ayat pengharaman khamr.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *