UMTAS Raih Hibah PKM, Kembangkan Desa Wisata Jurig Sarengseng di Pataruman

INILAHTASIK.COM | Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) kembali menorehkan prestasi di bidang pengabdian masyarakat. Kampus yang baru berusia satu dekade ini berhasil meraih hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek.

Dana hibah itu dimanfaatkan untuk mengembangkan Desa Wisata Jurig Sarengseng berbasis kearifan lokal di Kecamatan Pataruman, Kabupaten Tasikmalaya.

Program dipimpin oleh dosen Prodi Sendratasik, Asti Tri Lestari, M.Pd, bersama Denden Setiaji, M.Pd, dan Dr. Anggia Suci Pratiwi, M.Pd. Sejumlah mahasiswa juga ikut terlibat.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak Juli hingga September 2025 dengan lima fokus utama: pelatihan manajemen desa wisata, pengembangan narasi Jurig Sarengseng, pengemasan pertunjukan seni, promosi digital, dan pembuatan katalog digital pertunjukan.

Puncak kegiatan ditandai dengan pementasan Jurig Sarengseng di Lapangan Desa Binangun, Pataruman, pada 24 Agustus 2025.

Menurut Asti, program ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan langkah strategis untuk melestarikan tradisi sekaligus menyiapkan model pariwisata berkelanjutan.

“Semoga kegiatan ini menjadi upaya nyata menjaga warisan Jurig Sarengseng sekaligus mengangkat potensi desa sebagai destinasi wisata budaya,” ujarnya.

Kepala Desa Binangun, Dede Harisman, S.IP, mengapresiasi inisiatif UMTAS. Ia menilai program ini membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Budaya lokal tidak hanya terjaga, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga. Ini peluang besar bagi desa,” katanya.

Para pelaku seni yang ikut terlibat juga merasa lebih percaya diri menampilkan Jurig Sarengseng di ruang publik. Kolaborasi dengan kampus memberi ruang dialog antara tradisi, masyarakat, dan dunia akademik.

Dengan capaian hibah PKM ini, UMTAS menegaskan perannya tak hanya di dunia akademik, tapi juga sebagai motor pelestarian budaya lokal sekaligus penggerak pariwisata berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *