INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kota Tasikmalaya terus menyosialisasikan program Tasik Nyaman sebagai komitmen memperkuat infrastruktur perkotaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program Tasik Nyaman menjadi landasan penguatan infrastruktur melalui perbaikan dan pembangunan jalan, jembatan, sistem air minum, pengelolaan air limbah, drainase, dinding penahan tanah (DPT), optimalisasi ratusan titik penerangan jalan umum (PJU), hingga perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan konektivitas, keamanan, serta kenyamanan warga di berbagai wilayah Kota Tasikmalaya.
Program ini melibatkan sejumlah perangkat daerah sebagai leading sector, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perwaskim).
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa Tasik Nyaman dirancang agar setiap pembangunan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Perencanaan yang baik bukan yang paling banyak daftar kegiatannya, tapi yang paling jelas manfaatnya dan paling siap dijalankan,” ujar Viman.
Ia menekankan bahwa di tengah dinamika kebijakan anggaran, pemerintah harus bekerja lebih cermat, cerdas, dan disiplin dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Menurutnya, setiap program harus terukur dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah akses jalan menuju Pasar Cikurubuk. Kawasan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung perputaran ekonomi daerah, sehingga infrastruktur yang memadai menjadi kebutuhan mendesak.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, menjelaskan bahwa arah kebijakan pembangunan tahun 2027 akan difokuskan pada optimalisasi infrastruktur perkotaan dan permukiman.
“Tiga isu utama yang menjadi prioritas kami pada 2027 adalah penanganan genangan air, pembenahan saluran irigasi, dan peningkatan sanitasi,” kata Hendra.
Selain itu, pihaknya juga akan mendorong peningkatan kualitas jalan dan jembatan, pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL). Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur dasar, tetapi juga berdampak pada pengurangan kemiskinan dan penanganan persoalan sosial.
“Kami berkomitmen menuntaskan persoalan genangan air dan menjaga kualitas infrastruktur jalan kota. Upaya ini bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Melalui forum Musrenbang Sektoral RKPD Tahun 2027, Pemkot Tasikmalaya mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bersama-sama menyepakati arah pembangunan yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.
Dengan Tasik Nyaman, pemerintah berharap wajah kota semakin tertata, layanan dasar semakin optimal, dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.











