Yusuf; PTMT Boleh Dilakukan, Hanya 50 Persen 

Kalau ada sekolah yang melaksanakan PTMT 100 persen, saya minta berhentikan, untuk tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka. Tapi kalau hanya 50 persen, sesuai dengan aturan PPKM.

Yusuf; PTMT Boleh Dilakukan, Hanya 50 Persen 

KOTA TASIK, INIALAHTASIK.COM | Munculnya kasus Covid-19 di sekolah, membuat kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) yang sudah mulai berjalan normal harus kembali dihentikan sementara, lantaran kasus Covid kembali meningkat.

Wali Kota H Muhammad Yusuf, saat dimintai tanggapannya, usai mengambil sumpah 48 Kepala SD, di Bale Kota, Senin 14 Februari 2022 mengatakan, untuk kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas, boleh dilakukan berpedoman pada aturan PPKM level tiga, hanya 50 persennya saja. 

"Kalau ada sekolah yang melaksanakan PTMT 100 persen, saya minta berhentikan, untuk tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka. Tapi kalau hanya 50 persen, sesuai dengan aturan PPKM, ya silahkan," tegasnya.

Ia menyebut, merebak nya kasus Covid yang baru, pihaknya sudah berkirim dua sampel ke laboratorium di Bandung, sampai hari ini hasilnya belum keluar. Mereka meyakini bahwa yang sekarang terpapar itu virus Omicron, bukan virus biasa lagi, Delta sudah menghilang dari kita.

Ditambahkannya, saat di rumah sakit ada 46 orang yang dirawat, kemudian di RS Dewi Sartika, tempat isolasi terpusat juga sama ada 46 orang. Kemudian yang melakukan isolasi mandiri, kurang lebih ada 300 orang.

"Nah ini yang harus dipantau oleh teman-teman dari Puskesmas, dari aparat Kecamatan, Kelurahan, termasuk di dalamnya Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, agar mengontrol orang yang sedang isolasi mandiri," tuturnya

Ia meyakini, mereka ini isoman, tapi bergaul dengan keluarga. Harusnya mereka dipisah sendiri, tapi kalau sekarang di tempatkan bareng dengan keluarga, saya khawatir mungkin nanti akan ada klaster keluarga.

Yusuf menegaskan, bahwa mereka harus dipantau dan dipisahkan. Kebutuhan makan, harus dilayani, jangan sampai mengambil sendiri, dan bergaul dengan keluarga, apalagi kalau sampai bisa jalan-jalan keluar, nanti bisa menularkan kepada yang lain.

Menurutnya, virus yang ini tuh lebih cenderung Airborne, bukan Dorplet lagi. Makanya masker tetap kita jaga, prokesnya tetap kita jaga, dan ini harus kita waspadai.