INILAHTASIK.COM | Keberadaan pohon-pohon besar yang tumbuh di sepanjang jalur jalan nasional di wilayah Kabupaten Tasikmalaya menjadi perhatian serius Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi. Ia menyampaikan kekhawatiran atas potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sering terjadi belakangan ini.
Menurut Asep, sebagian pohon di jalur tersebut telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Kondisi akar dan batang yang mulai rapuh membuat risiko tumbang semakin besar, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan dan korban jiwa.
“Kita sudah meminta kepada pemerintah lebih atas untuk melakukan pemangkasan atau penebangan. Belum ditindaklanjuti permintaan itu, sudah terjadi kejadian pohon tumbang lagi. Pohon tumbang sebelumnya sempat memakan korban tewas,” ujar Asep Sopari di Tasikmalaya, Rabu 8 Oktober 2025.
Ia menjelaskan bahwa jalan nasional secara administratif merupakan kewenangan Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Namun, mengingat kondisi di lapangan yang mendesak, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya siap mengambil langkah koordinatif untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
“Mengingat jalan tersebut berstatus Jalan Nasional, tanggung jawab penanganan memang berada di tangan Pemerintah Pusat. Tetapi karena sifatnya darurat dan menyangkut keselamatan masyarakat, Pemkab Tasikmalaya siap membantu melakukan tindakan lapangan,” jelasnya.
Asep menambahkan, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait sejumlah titik pohon besar yang rawan tumbang. Menindaklanjuti hal itu, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat juga telah bersurat kepada Pemkab Tasikmalaya untuk meminta dukungan peralatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Perwakilan dari PU Jawa Barat sudah bersurat ke kita, ke BPBD, untuk meminta bantuan peralatan. Nanti kita akan komunikasikan lebih lanjut agar jelas bagaimana teknisnya. Kita juga harus memperhitungkan kemampuan anggaran daerah, karena kalau seluruhnya dibebankan ke SKPD kita tentu berat,” ujar Asep.
Meski secara kewenangan dan pendanaan berada di tingkat pusat, Asep menegaskan akan tetap memimpin aspek pengamanan dan teknis di lapangan saat penebangan atau pemangkasan dilakukan. Ia memastikan bahwa seluruh proses nantinya berjalan dengan memperhatikan faktor keselamatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
“Nanti saya akan mewakili BPBD, karena ketika pengerjaan dilakukan harus dipastikan lingkungannya aman,” tutupnya.
Langkah cepat Pemkab Tasikmalaya ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan akibat pohon tumbang, terutama di jalur-jalur vital yang kerap dilalui kendaraan antarkota dan antarprovinsi.











