Drama Idul Adha di Tasikmalaya, Sapi Kurban Kabur hingga 4 Kilometer

Tangkapan layar video viral sapi kurban di Tasikmalaya kabur hingga sejauh empat kilometer saat diturunkan dari kendaraan bak terbuka. Rabu (27/05/2026).

INILAHTASIK.COM | Momen Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Tasikmalaya diwarnai insiden sapi kurban kabur hingga mengamuk. Peristiwa itu terjadi di dua lokasi berbeda dan sempat membuat warga panik saat proses penurunan serta penyembelihan hewan kurban berlangsung.

Seekor sapi kurban di Kampung Cipatangga, Desa Puspasari, dilaporkan lepas saat hendak diturunkan dari kendaraan bak terbuka. Hewan tersebut berhasil kabur setelah salah satu tali pengikat terlepas dari pegangan pekerja.

Panitia kurban, Aa Wastika, mengatakan saat kejadian hanya ada dua orang yang memegang tali sapi. Namun, salah satu tali dinilai terlalu pendek sehingga mudah terlepas.

“Sapi kabur saat mau diturunkan dari bak terbuka. Pekerja ada dua orang, masing-masing pegang tali. Yang satu talinya pendek lalu lepas,” kata Aa Wastika, Rabu 27 Mei 2026.

Menurutnya, warga sempat menawarkan bantuan untuk mengendalikan sapi. Namun pekerja merasa mampu menangani situasi tersebut karena sudah terbiasa menurunkan hewan kurban.

“Kami sempat menawarkan bantuan, tapi katanya tenang sudah biasa. Ternyata malah kabur,” ujarnya.

Sapi kemudian berlari menuju area perkebunan dan sulit dikendalikan. Sejumlah warga yang berusaha mengejar bahkan nyaris terseruduk saat hewan itu terus berlari menjauh dari permukiman.

“Larinya jauh, mungkin hampir empat kilometer. Saya khawatir kalau sampai masuk jalan raya dan menabrak pengendara motor,” katanya.

Perburuan sapi berlangsung cukup lama sebelum akhirnya hewan itu berhasil dilumpuhkan di area kebun dengan kondisi tanah miring. Panitia menyebut medan tersebut membuat sapi tidak bisa bergerak lebih jauh.

“Sapi akhirnya bisa diamankan setelah masuk areal perkebunan dengan kontur tanah miring,” ucap Aa.

Beruntung, sapi tidak mengalami luka serius dan tetap dapat disembelih dalam pelaksanaan kurban Idul Adha.

Insiden serupa juga terjadi di Kampung Padaluyu, Desa Puspahiang. Seekor sapi cokelat mengamuk saat hendak disembelih dan beberapa kali meronta hingga nyaris menendang warga di sekitarnya.

Situasi baru dapat dikendalikan setelah panitia menarik tali pada bagian kaki sapi hingga hewan tersebut roboh.

“Hampir lepas, untung cepat dikendalikan,” kata Wakhidun.

Meski sempat memicu kepanikan, warga mengaku sudah terbiasa dengan suasana ramai dan menegangkan saat proses penyembelihan hewan kurban berlangsung di kampung.

“Kalau di kampung mah memang suka seru pas sapi mau disembelih, ramai-ramai warga ikut lihat,” ujarnya.

Tidak ada korban luka serius dalam dua kejadian tersebut. Panitia kurban pun mengingatkan pentingnya pengamanan ekstra saat menurunkan maupun mengikat hewan kurban agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *