Pelajar 12 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ciwulan, Diduga Terpeleset dari Tebing Saat Bermain

Anggota Kepolisian Polsek Salawu menunjukan lokasi korban terpeleset hingga tenggelam dan meninggal dunia. Senin (13/7/2026).

INILAHTASIK.COM | Seorang pelajar berusia 12 tahun, Sulaeman Alfarizi, warga Kampung Jaerun, Desa Serang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Ciwulan, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban diduga terpeleset dari tebing setinggi lima meter saat berenang bersama teman-temannya sepulang sekolah di kawasan Leuwi Cikalukur, yang berjarak sekitar 500 meter dari permukiman warga.

Kapolsek Salawu, AKP H. Dedi Darsono, mengatakan berdasarkan keterangan para saksi, korban bersama 10 temannya langsung menuju Sungai Ciwulan untuk mandi usai kegiatan belajar di sekolah.

“Berdasarkan keterangan saksi, ada sebelas anak yang sepulang sekolah pergi mandi ke Sungai Ciwulan. Saat itu kondisi arus sungai tidak terlalu deras,” ujar Dedi.

Saat sedang bermain di sungai, korban sempat naik ke atas tebing. Namun nahas, ketika berada di atas, kakinya diduga terpeleset hingga terjatuh ke dasar sungai.

“Korban naik ke atas tebing dengan ketinggian sekitar lima meter dari permukaan air. Diduga terpeleset, korban terjatuh, tubuhnya membentur batu di dasar sungai lalu tenggelam,” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban panik dan berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu didengar Erpan, warga yang sedang menggembala kerbau tidak jauh dari lokasi.

Tanpa berpikir panjang, Erpan langsung terjun ke sungai untuk mencari korban. Namun upaya penyelamatan belum membuahkan hasil karena korban tidak langsung ditemukan.

Sekitar satu jam kemudian, tubuh korban muncul di tepian sungai dan segera dievakuasi oleh Erpan bersama warga. Saat dilakukan pemeriksaan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan warga kepada pihak kepolisian dan petugas Puskesmas Salawu. Jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulan ke Puskesmas Salawu untuk menjalani pemeriksaan medis.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Dedi.

Pihaknya mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di lokasi yang memiliki potensi bahaya seperti sungai, kolam, maupun area perairan lainnya.

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya saat berada di sungai. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *