INILAHTASIK.COM | Forum Perangkat Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata digelar di Gedung Creative Centre Tasikmalaya, Senin 23 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi dan penyelarasan program prioritas pembangunan sektor strategis Kota Tasikmalaya untuk tahun anggaran mendatang.
Forum yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya tersebut dihadiri sekitar 120 peserta dari unsur perangkat daerah, DPRD, mitra kerja, komunitas, hingga pemangku kepentingan di bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata.
Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dr. Deddy Mulyana S.STP., M.Si, mengatakan forum ini merupakan tahapan penting dalam penyusunan RKPD 2027 sebagaimana amanat regulasi perencanaan pembangunan daerah.
“Forum Perangkat Daerah ini menjadi momentum untuk menyelaraskan arah kebijakan, mempertajam program prioritas, sekaligus menghimpun masukan dari para stakeholder agar perencanaan tahun 2027 lebih terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Deddy.
Ia menjelaskan, pada tahun 2027 Disporabudpar menetapkan lima sasaran strategis. Pertama, meningkatnya partisipasi pemuda dalam pembangunan. Kedua, meningkatnya prestasi olahraga daerah. Ketiga, penguatan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan, cagar budaya, serta sejarah daerah. Keempat, peningkatan kunjungan wisata. Kelima, peningkatan pelayanan dan akuntabilitas kinerja perangkat daerah.
Dalam forum tersebut, Disporabudpar mengusung tema “Creative Culture”. Tema ini dinilai relevan dengan karakter pembangunan Kota Tasikmalaya yang menempatkan kreativitas dan budaya sebagai fondasi utama.
Menurut Deddy, konsep creative culture bukan sekadar slogan, melainkan paradigma pembangunan yang mengintegrasikan potensi pemuda, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
“Di bidang kepemudaan, kami mendorong pemuda menjadi subjek pembangunan melalui inovasi, karya kreatif, dan gerakan sosial yang produktif. Di sektor olahraga, pendekatan kreatif akan kami dorong melalui pengelolaan event, sport tourism, hingga penguatan komunitas olahraga agar berkontribusi pada prestasi sekaligus ekonomi daerah,” katanya.
Sementara pada sektor kebudayaan, pengembangan dilakukan tidak hanya melalui pelestarian, tetapi juga inovasi. Transformasi seni tradisional ke format digital, festival budaya kreatif, hingga kolaborasi lintas disiplin menjadi bagian dari strategi agar warisan budaya tetap relevan di era modern.
Di bidang pariwisata, lanjut Deddy, budaya dan kreativitas menjadi daya tarik utama. Penguatan destinasi berbasis komunitas, penyelenggaraan event kreatif, promosi terpadu, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis hak kekayaan intelektual menjadi fokus yang akan diakselerasi.
Secara programatik, Disporabudpar merancang sejumlah program utama pada 2027, antara lain pengembangan kapasitas daya saing kepemudaan dan keolahragaan, pengembangan kebudayaan dan kesenian tradisional, pembinaan sejarah, pelestarian cagar budaya, pengelolaan permuseuman, peningkatan daya tarik destinasi, pemasaran pariwisata, hingga pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif.
Deddy menegaskan, seluruh program tersebut diarahkan untuk menciptakan dampak berkelanjutan, baik dari sisi sosial, budaya, maupun ekonomi.
“Kami ingin menjadikan Tasikmalaya sebagai kota yang kreatif, berbudaya, berprestasi, dan memiliki daya tarik wisata yang kuat. Sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh stakeholder menjadi kunci keberhasilan perencanaan ini,” ucapnya.
Forum ini juga dirangkaikan dengan peluncuran 181 agenda dalam Calendar of Event in Tasikmalaya (COET) 2026, sebagai langkah awal memperkuat branding dan promosi daerah melalui event berbasis budaya dan kreativitas.
Melalui forum tahunan tersebut, pemerintah daerah berharap perencanaan pembangunan sektor kepemudaan, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata pada 2027 dapat berjalan lebih terarah, partisipatif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat Kota Tasikmalaya.











