INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mengakselerasi program Tasik Nyaman melalui penguatan sektor perumahan dan kawasan permukiman.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan hunian yang layak, lingkungan yang tertata, serta infrastruktur dasar yang memadai bagi masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari visi besar pembangunan kota yang menempatkan kenyamanan, kebersihan, dan kesehatan lingkungan sebagai prioritas utama.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menyampaikan bahwa penataan kawasan kumuh seluas 122 hektare menjadi salah satu agenda strategis yang tengah diprioritaskan pemerintah.
“Penanganan kawasan kumuh bukan hanya soal memperbaiki fisik lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercantik wajah kota,” ujarnya usai mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sektoral 2026–2027.
Melalui forum Musrenbang tersebut, Disperwaskim merancang program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang lebih terarah dan berkelanjutan. Upaya ini mencakup penyediaan hunian layak, penataan lingkungan, hingga pemenuhan infrastruktur dasar.
Dalam pelaksanaannya, Disperwaskim bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang untuk menangani persoalan genangan air, perbaikan saluran irigasi, serta peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat realisasi Tasik Nyaman secara menyeluruh.
Pada sektor perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Disperwaskim secara konsisten melaksanakan program rehabilitasi. Tercatat pada 2023 sebanyak 8.380 unit RTLH telah diperbaiki, sementara pada 2024 sebanyak 539 unit kembali direhabilitasi. Program ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.
Sekretaris Disperwaskim Kota Tasikmalaya, Andri Dwi Fajar, menjelaskan bahwa dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, pihaknya akan memfokuskan program pada penataan kawasan kumuh, perbaikan RTLH, serta percepatan penyerahan fasilitas umum perumahan.
“Sebanyak 122 hektare kawasan kumuh tersebar di 10 kecamatan dan memerlukan penanganan komprehensif. Selain itu, terdapat 222 lokasi fasilitas umum perumahan yang belum diserahterimakan karena kendala teknis, dan ini menjadi perhatian kami,” kata Andri.
Ia menegaskan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari visi Tasik SANTUN, yakni Selalu Ada untuk Warga, Nyaman Dihuni, Tulus dalam Pelayanan, dan Unggul dalam Pembangunan.
Melalui perencanaan yang matang dan komitmen berkelanjutan, Disperwaskim optimistis Tasik Nyaman dapat terwujud secara nyata. Pemerintah berharap program ini tidak hanya menata kawasan permukiman, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan dan kebanggaan masyarakat terhadap kotanya.











