INILAHTASIK.COM | Kancah musik Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran talenta muda berbakat. Candice Ama, remaja berusia 13 tahun asal Tasikmalaya, mulai mencuri perhatian publik lewat single perdananya berjudul “Kejar Asa”, sebuah lagu yang sarat pesan motivasi bagi generasi muda.
Di tengah terbatasnya lagu anak yang mengandung nilai edukatif, karya ini hadir membawa nuansa segar. Tak sekadar hiburan, “Kejar Asa” menyuguhkan semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita, khususnya bagi kalangan pelajar.
Bakat seni Candice sebenarnya telah tumbuh sejak kecil. Ia lebih dulu dikenal sebagai pelukis cilik yang berulang kali meraih juara lomba menggambar sejak tingkat Raudhatul Athfal hingga sekolah dasar. Namun, seiring waktu, minatnya di bidang tarik suara semakin kuat.
Sejak duduk di bangku kelas 4 SD, Candice mulai menekuni dunia vokal secara serius. Ketekunan itu membuahkan hasil ketika ia berhasil masuk jajaran Top 10 Finalis Nasional Sanremo Junior Italy 2025, prestasi yang turut mengantarkannya melanjutkan pendidikan ke SMPN 5 Tasikmalaya melalui jalur prestasi.
Single “Kejar Asa” merupakan hasil kolaborasi dengan Julia Gunawan, yang juga merupakan tante Candice. Julia mengungkapkan bahwa proses penciptaan lagu tersebut tidak berjalan mudah.
“Menulis lagu untuk anak-anak ternyata cukup menantang. Saya sempat mencoba berbulan-bulan, tapi selalu merasa belum pas,” ujar Julia, kepada wartawan, Sabtu 18 April 2026.
Ia menambahkan, inspirasi justru datang secara tak terduga setelah melewati proses perenungan.
“Setelah saya berdoa, dalam waktu sekitar 10 menit, lirik itu seperti mengalir begitu saja. Ceritanya terinspirasi dari perjalanan hidup Candice sejak kecil,” katanya.
Di ruang rekaman, Candice menunjukkan kemampuan vokalnya yang matang. Proses produksi yang diperkirakan berlangsung lama justru selesai hanya dalam waktu dua jam.
Video klip “Kejar Asa” pun dikemas dengan konsep sederhana namun kuat secara pesan. Mengangkat kehidupan sehari-hari anak sekolah, visualnya menggambarkan semangat menghadapi tantangan pendidikan dengan penuh optimisme.
Meski baru pertama kali tampil dalam video musik, Candice terlihat percaya diri di depan kamera. Pengalamannya mengikuti komunitas film pendek di sekolah sebelumnya menjadi bekal penting dalam proses produksi.
Tanpa strategi promosi besar di awal peluncuran, lagu ini justru mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam beberapa hari saja, video klipnya telah ditonton ribuan kali di YouTube dan diputar ribuan kali di platform musik digital.
Candice mengaku terharu dengan tanggapan yang ia terima dari para pendengar.
“Respon yang paling berkesan adalah ketika banyak yang bilang lagu ini bisa jadi penyemangat dalam mengejar pendidikan,” ujarnya.
Meski popularitasnya mulai meningkat, Candice tetap berpegang pada nilai yang diajarkan keluarga, terutama sang ibu.
“Ibu saya selalu mengingatkan, ‘Jangan membawa panggung ke kehidupan sehari-hari.’ Saya tetap fokus sekolah dan menjalani hidup seperti biasa,” tuturnya.
Ke depan, Candice bersama Julia Gunawan berencana merilis karya-karya berikutnya. Ia berharap “Kejar Asa” dapat menjadi lagu penyemangat bagi anak-anak Indonesia dalam meraih mimpi.
Candice juga menyampaikan pesan sederhana bagi sesama generasi muda. “Jangan pernah menyerah. Terus semangat berkarya dan semoga Tuhan selalu merestui langkah kita,” ucapnya.











