INILAHTASIK.COM | Ratusan ummat Islam melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Polsek Cikatomas pada Kamis 16 April 2026, terkait kasus penganiayaan oleh oknum anggota salah satu ormas terhadap seorang Kiyai Sepuh yang bernama Kiyai Abdul Yani, di Desa Cayur Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.
Peristiwa terjadi pada Hari Rabu 15 April 2026 saat korban yang merupakan seorang kiyai hendak menuju ke lahan perkebunan tempat ia bercocok tanam usai menunaikan Sholat Dzuhur.
Di tengah perjalanan, korban melewati sekelompok orang yang berujung tindakan penganiayaan. Akibatnya, sang kiayi sempat pingsan dan mendapat pertolongan warga yang melintas.
Menanggapi kejadian tersebut, Tokoh Ormas Islam Tasikmalaya, KH. Muhammad Yan-yan Al Bayani S.Kom.I ,M.Pd, yang juga selaku Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya, mengecam keras tindakan pelaku yang telah menganiaya kiyai sepuh tersebut.
“Tindakan biadab ketika seorang kiyai sepuh dianiaya sampai pingsan, sungguh keterlaluan. Kami para ulama dan ummat Islam sangat tidak terima,” kecamnya.
Kyai Yan Yan juga mendesak aparat kepolisian Polres Tasikmalaya untuk bergerak cepat menangkap para pelaku yang diduga telah menganiaya kiyai.
“Kami berharap aparat kepolisian Polres Tasikmalaya untuk segera menangkap pelakunya, jangan sampai penanganan kasus ini lambat,” tegasnya.
Ditanya bagaimana sikap kaum santri merespon kasus ini, Kyai Yan Yan Al Bayani yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Miftahulhuda Jarnauziyyah Mangkubumi menegaskan bahwa santri tidak akan tinggal diam mendengar gurunya disakiti.
“Bila aparat tidak segera menangkap pelaku, maka kami akan mengerahkan 100 santri terlatih untuk memburu pelaku yang telah menganiaya kiyai,” ungkapnya berapi api.
Sampai saat ini, ia masih memberi kesempatan dan kepercayaan penuh kepada aparat kepolisian untuk menangani kasus tersebut dengan serius, cepat dan transparan.
Senada dengan kyai Yan Yan, di tempat terpisah KH Ujang Surahman, selaku Kepala Staf RESSANT (Resimen Santri) mengutuk keras prilaku penganiayaan terhadap kiyai.
“Kami mengutuk dan mengecam keras penganiayaan terhadap kiyai sepuh kami, yang diduga dilakukan oleh oknum anggota salah satu ormas sekaligus meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap dan mengadili sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, tokoh ulama Cikatomas Kiyai Apipudin SH yang juga Ketua FKDT Kecamatan Cikatomas meminta ummat tetap tenang dan menahan diri sambil terus memantau perkembangan kasusnya.
“Saya memahami betul bagaimana perasaan ummat saat mendengar kiyainya disakiti, bahkan dianiaya. Wajar ummat marah, namun kita harus tetap tenang. Solusinya adalah aparat harus bergerak extra cepat untuk menangkap pelakunya, sehingga kemarahan ummat bisa reda,” tandasnya.












