Kick Off Porprov Jabar 2026, KONI Kab. Tasikmalaya Andalkan Atlet Lokal 

Bupati Cecep Nurul Yakin simbolis menyerahkan kartu BJPS Ketenagakerjaan untuk lindungi atlet yang berlaga di Porprov Jawa Barat 2026. Sabtu (13/6/2026).

INILAHTASIK.COM | KONI Kabupaten Tasikmalaya resmi memulai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Melalui kegiatan Kick Off yang digelar di kantor KONI, Sabtu 13 Juni 2026. Ratusan atlet dan ofisial yang telah lolos seleksi langsung menjalani tes fisik sebagai langkah awal menuju pemusatan latihan.

Namun di balik semangat optimisme yang mengiringi pelepasan kontingen, masih tersimpan pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan, terutama terkait keterbatasan sarana olahraga yang selama ini menjadi keluhan para pelaku olahraga di Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto, mengatakan kegiatan kick off bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan titik awal pembentukan kekuatan kontingen yang akan membawa nama daerah pada ajang olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.

“Hari ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga Kabupaten Tasikmalaya. Atlet dan ofisial yang telah lolos seleksi langsung menjalani tes fisik awal sebagai dasar penyusunan program latihan menuju Porprov 2026,” kata Erry.

Berdasarkan hasil verifikasi dan seleksi, Kabupaten Tasikmalaya akan diperkuat oleh 269 atlet dari 39 cabang olahraga. Mereka didampingi 184 pelatih dan manajer, serta akan bertanding pada 156 nomor pertandingan.

Menurut Erry, salah satu capaian yang paling membanggakan adalah keberhasilan cabang olahraga sepak bola menembus Porprov setelah absen selama sekitar 30 tahun. Selain itu, tim futsal juga berhasil memastikan tiket ke ajang tersebut.

“Ini pencapaian yang patut diapresiasi. Sepak bola akhirnya kembali lolos setelah tiga dekade tidak tampil di Porprov. Futsal juga berhasil menyusul. Ini menunjukkan pembinaan yang dilakukan mulai membuahkan hasil,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan fasilitas olahraga yang dimiliki daerah, KONI memilih mempertahankan komitmen menggunakan atlet hasil pembinaan daerah sendiri tanpa merekrut atlet dari luar.

“Kami tegaskan seluruh atlet yang berangkat merupakan atlet binaan lokal. Tidak ada atlet impor. Jumlah atlet hasil pembinaan lokal bahkan meningkat sekitar 30 persen dibanding sebelumnya. Ini bukti bahwa anak-anak Tasikmalaya memiliki potensi besar meski fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas,” tegas Erry.

Ia berharap pembangunan Sarana Olahraga (SOR) yang selama ini menjadi harapan para atlet dapat segera direalisasikan pemerintah daerah.

“Kalau pembangunan SOR bisa dituntaskan, kami optimistis prestasi olahraga Kabupaten Tasikmalaya akan meningkat jauh lebih baik. Potensinya sudah ada, tinggal didukung fasilitas yang memadai,” katanya.

Sebagai bentuk perlindungan bagi atlet dan ofisial, KONI juga telah mendaftarkan seluruh anggota kontingen ke BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, bantuan pembinaan untuk mendukung pelaksanaan training center mulai disalurkan.

Sementara itu, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin yang hadir dalam kegiatan tersebut mengakui pembangunan sarana olahraga masih menjadi tantangan yang harus segera dijawab pemerintah daerah.

Ia mengapresiasi upaya KONI yang tetap bergerak melakukan pembinaan di tengah keterbatasan anggaran dan fasilitas, termasuk kegiatan revitalisasi lingkungan SOR Kaliki yang dilakukan secara swadaya.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada KONI. Dalam segala keterbatasan yang ada, KONI tetap berupaya menghadirkan hal-hal positif untuk kemajuan olahraga Tasikmalaya, termasuk melakukan bersih-bersih dan penataan SOR Kaliki,” ujar Cecep.

Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga kini masuk dalam daftar program prioritas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan lapangan sepak bola berstandar internasional di Cipatujah.

“Kami sedang mengikhtiarkan pembangunan lapang sepak bola bertaraf internasional di Cipatujah. Selain itu, pembangunan kolam renang berstandar internasional juga sedang dirancang melalui berbagai skema pembiayaan yang memungkinkan,” katanya.

Meski demikian, Cecep tidak menampik bahwa berkurangnya dukungan anggaran kepada KONI berdampak terhadap intensitas pembinaan atlet.

“Jujur saja, ketika bantuan untuk KONI berkurang, intensitas latihan juga ikut menurun. Padahal potensi atlet kita sangat bagus. Kalau tidak dibina secara berkelanjutan, tentu akan sulit berkembang,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) ikut terlibat dalam pembinaan olahraga melalui program bapak asuh cabang olahraga.

“Saya minta setiap OPD menjadi bapak asuh cabang olahraga. Jangan hanya menjadi wacana, tetapi harus benar-benar dijalankan agar pembinaan atlet bisa lebih maksimal,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 269 atlet serta 184 pelatih dan manajer, sekaligus memberikan bantuan uang pembinaan kepada atlet-atlet berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *