INILAHTASIK.COM | Kegiatan Ramadan di SMAN 1 Cikatomas tahun ini berlangsung berbeda dari biasanya. Selain mengikuti kegiatan keagamaan, para siswa juga diajak memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui program Pesantren Ekologi.
Sebanyak sekitar 1.250 siswa dari kelas X hingga XII mengikuti kegiatan tersebut dengan berbagai aktivitas yang memadukan pembelajaran agama dan aksi nyata menjaga alam. Salah satu kegiatan utamanya adalah penanaman pohon di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan pelajar.
Selama sepekan, para siswa tidak hanya mengikuti kajian keagamaan seperti materi tentang puasa dan ibadah Ramadan, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.
Kepala SMAN 1 Cikatomas, Dadan Sudrajat menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman Ramadan yang lebih bermakna bagi para siswa.
“Alhamdulillah kegiatan Ramadan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kami mengadakan pesantren ekologi, dimana para siswa tidak hanya memperdalam ilmu agama seperti materi puasa dan tarawih, tetapi juga belajar mencintai serta menjaga alam,” ujar Dadan saat ditemui di sekolahnya, Jumat 6 Maret 2026.
Ia menuturkan, praktik kegiatan pesantren ekologi dilakukan melalui aksi nyata, yakni menanam pohon di lingkungan sekolah. Setiap siswa diwajibkan membawa satu bibit pohon untuk kemudian ditanam secara mandiri.
“Kami mewajibkan seluruh siswa membawa satu bibit pohon. Bibit tersebut kemudian mereka tanam di lingkungan sekolah,” katanya.
Kegiatan ini tidak berhenti pada proses penanaman saja. Para siswa juga diminta untuk merawat pohon yang telah mereka tanam sebagai bentuk pembelajaran tentang tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Mereka bukan hanya menanam, tetapi juga harus merawatnya. Ini sebagai upaya menanamkan rasa tanggung jawab agar anak-anak terbiasa menjaga dan memelihara lingkungan sekitar,” jelasnya.
Menurut Dadan, melalui pesantren ekologi para siswa tidak hanya diajak memperdalam makna ibadah puasa dan meningkatkan kebiasaan beribadah, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan kebijakan pendidikan lingkungan yang menjadi bagian dari program Pancawaluya yang digagas oleh Dedi Mulyadi.
“Pesantren ekologi ini sejalan dengan program Pancawaluya yang menekankan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Nilai-nilai tersebut kami integrasikan dengan pemahaman hadits dan dalil dalam pendidikan agama Islam,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.











