637 Calon Jemaah Haji Kabupaten Tasikmalaya Siap Berangkat, Terbagi dalam Tiga Kloter

Potret pelaksanaan ibadah haji

INILAHTASIK.COM | Sebanyak 637 calon jemaah haji asal Kabupaten Tasikmalaya dipastikan akan diberangkatkan pada musim haji tahun 2026. Kepastian jadwal ini menjadi kabar yang ditunggu-tunggu oleh para jemaah dan keluarga yang telah lama mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci.

Para jemaah akan diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang (kloter) melalui Bandara Kertajati (KJT), sesuai dengan sistem penjadwalan nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Pembagian kloter dilakukan untuk memastikan proses keberangkatan berjalan tertib dan terorganisir.

Kepala Seksi Urusan Haji dan Umrah Kabupaten Tasikmalaya, H. Biqi Sabikul Banan, menjelaskan bahwa kloter pertama dijadwalkan berangkat pada akhir April 2026.

Insya Allah untuk kloter pertama akan berangkat pada 29 April 2026. Kloter ini menjadi rombongan awal jemaah haji Kabupaten Tasikmalaya yang akan memulai perjalanan ke Tanah Suci,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin 6 April 2026.

Ia menambahkan, kloter kedua direncanakan berangkat pada 13 Mei 2026, sementara kloter ketiga atau terakhir dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026. Dengan jadwal tersebut, seluruh jemaah akan diberangkatkan secara bertahap sesuai alur yang telah disusun.

“Total ada tiga kloter, yaitu kloter 11, 29, dan 40 KJT. Jadwal ini sudah disesuaikan dengan ketentuan dari pusat agar keberangkatan berjalan lancar,” katanya.

Dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Kabupaten Tasikmalaya juga melibatkan 18 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta didukung delapan petugas haji yang akan mendampingi jemaah selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Tasikmalaya, Hj. Iin Ufairoh, menjelaskan bahwa seluruh jemaah telah mengikuti rangkaian manasik haji sebagai bekal sebelum berangkat.

“Manasik haji menjadi bagian penting agar jemaah memahami tata cara pelaksanaan ibadah, mulai dari rukun, wajib, hingga sunnah haji. Mereka juga mengikuti simulasi praktik seperti ihram, tawaf, sa’i, dan wukuf,” jelasnya.

Menurutnya, pembekalan tersebut bertujuan agar jemaah dapat menjalankan ibadah secara mandiri dan siap menghadapi kondisi di Tanah Suci, termasuk kepadatan jemaah serta perbedaan cuaca yang cukup ekstrem.

Dari data yang ada, komposisi jemaah haji Kabupaten Tasikmalaya tahun ini didominasi oleh perempuan, dengan mayoritas berada pada kelompok usia dewasa hingga lanjut usia.

Terpisah, Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan serta mematuhi aturan selama pelaksanaan ibadah haji.

“Kami berharap seluruh jemaah menjaga kesehatan, mematuhi aturan, serta mempersiapkan mental dengan baik. Disiplin sangat penting karena akan berhadapan dengan jutaan jemaah dari berbagai negara, apalagi situasi keamanan dunia saat ini perlu diwaspadai,” ujarnya.

Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat serta memperoleh predikat haji mabrur.

Pemerintah daerah bersama Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tasikmalaya terus memastikan seluruh proses persiapan berjalan optimal agar perjalanan ibadah para jemaah berlangsung aman, nyaman, dan khusyuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *