INILAHTASIK.COM | Kinerja industri jasa keuangan di wilayah Priangan Timur hingga Maret 2026 dinilai masih berada dalam kondisi stabil. Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap positif, sektor perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank di wilayah kerja OJK Tasikmalaya menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan di Priangan Timur tetap terjaga dengan fungsi intermediasi perbankan yang berjalan optimal serta tingkat kredit bermasalah yang masih terkendali.
“Kondisi Industri Jasa Keuangan di Priangan Timur sampai Maret 2026 tetap stabil dan tumbuh positif. Hal ini terlihat dari pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, maupun penyaluran kredit yang masih menunjukkan peningkatan,” ujar Nofa, pada kegiatan media gathering kantor OJK Tasikmalaya, di Purwokerto, Kamis malam 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan, hingga Maret 2026 aset perbankan di Priangan Timur tercatat mencapai Rp 3,27 triliun atau tumbuh 3,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 6,91 persen menjadi Rp 2,37 triliun dan penyaluran kredit tumbuh 1,89 persen menjadi Rp 1,06 triliun.
Menurut Nofa, peningkatan kredit investasi menjadi salah satu indikator membaiknya optimisme pelaku usaha di awal tahun 2026. Kredit investasi tercatat tumbuh 14,96 persen secara tahunan, sedangkan kredit konsumsi naik 5,35 persen.
“Kami melihat adanya peningkatan kebutuhan pembiayaan jangka panjang, terutama untuk pengadaan barang modal dan pengembangan kapasitas usaha. Ini menandakan dunia usaha mulai lebih optimistis terhadap kondisi ekonomi,” katanya.
Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar masih didominasi sektor rumah tangga sebesar 44,67 persen, disusul perdagangan besar dan eceran 23,71 persen. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memperoleh porsi 6,17 persen.
Di sisi pembiayaan usaha mikro, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Priangan Timur hingga Maret 2026 mencapai Rp 9,43 triliun dengan total 11.670 debitur. Kabupaten Garut menjadi daerah dengan penyaluran terbesar, diikuti Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Sumedang.
Selain sektor perbankan, perkembangan pasar modal di Priangan Timur juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah investor saham yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) mencapai 227.013 atau tumbuh 36,55 persen dibanding tahun sebelumnya. Nilai transaksi saham bahkan melonjak hingga Rp 1,4 triliun.
“Pertumbuhan investor pasar modal menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen investasi legal semakin meningkat. Ini menjadi sinyal positif bagi penguatan literasi dan inklusi keuangan di daerah,” ucap Nofa.
Kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) pun mencatatkan pertumbuhan positif. Outstanding pembiayaan pergadaian meningkat 24,57 persen menjadi Rp 6,62 miliar. Sementara perusahaan pembiayaan dan modal ventura juga mengalami pertumbuhan.
Dalam bidang edukasi dan pelindungan konsumen, OJK Tasikmalaya telah menggelar 20 kegiatan edukasi keuangan selama triwulan pertama 2026 dengan jumlah peserta mencapai 10.991 orang dari berbagai kalangan masyarakat.
Nofa menambahkan, pihaknya terus memperkuat literasi keuangan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk penyuluh agama dan komunitas generasi muda seperti Paguyuban Mojang Jajaka.
“Kami akan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat agar sektor jasa keuangan di Priangan Timur semakin kuat, adaptif, dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tuturnya.











