Teror Monyet Kian Meresahkan, Rumah Warga di Salawu Dikepung Hingga Penghuni Tak Berani Keluar

Seekor monyet tampak berkeliaran di halaman salah satu rumah warga di Kampung Legok Kadu Salawu. Kamis pagi (16/04/2026).

INILAHTASIK.COM | Aksi gerombolan monyet kembali meresahkan warga Kampung Legok Kadu, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Setelah sebelumnya merusak salah satu rumah warga, kini kawanan satwa liar tersebut kembali berulah dengan mengepung rumah milik warga pada Kamis pagi (18/4/2026).

Peristiwa mencekam itu dialami Nanang sekitar pukul 06.00 WIB. Ia bersama keluarganya dibuat ketakutan saat sejumlah monyet berukuran besar terlihat berkeliaran di sekitar rumahnya, bahkan mencoba masuk ke dalam.

Nanang mengaku tidak berani keluar rumah karena posisi hewan-hewan tersebut sudah mengepung dari berbagai sisi.

“Rumah saya benar-benar dikepung. Saya tidak berani keluar karena di depan pintu ada dua ekor, di teras juga ada, dan satu lagi di atap Mushala. Di pohon sekitar rumah juga masih ada beberapa ekor,” ujar Nanang.

Situasi semakin menegangkan karena saat kejadian, dua anak Nanang hendak berangkat ke sekolah. Di dalam rumah juga terdapat istrinya serta tiga anak, termasuk seorang balita. Mereka terpaksa bertahan di dalam rumah sambil menunggu bantuan.

Tak hanya berkeliaran, monyet-monyet tersebut juga sempat menggedor pintu dan jendela rumah, sehingga menambah kepanikan penghuni. Kondisi itu membuat keluarga Nanang seperti tersandera di dalam rumah sendiri.

Ketua RT 06 Kampung Legok Kadu, Adis, yang mendapat laporan dari korban langsung mendatangi lokasi. Ia berupaya mengevakuasi Nanang dan keluarga dengan cara hati-hati agar tidak memicu serangan dari kawanan monyet yang diperkirakan berjumlah lebih dari sepuluh ekor.

Adis kemudian mencari celah dengan masuk melalui pintu belakang rumah. Ia juga mengalihkan perhatian monyet dengan memberikan makanan.

“Saya pancing monyet yang di depan rumah pakai pisang, supaya mereka menjauh. Sambil itu saya masuk lewat belakang untuk membantu keluarga di dalam,” kata Adis.

Upaya tersebut berhasil. Dua anak Nanang akhirnya bisa keluar rumah dengan selamat dan melanjutkan aktivitas mereka.

Meski demikian, kemunculan gerombolan monyet ini membuat warga semakin resah. Adis menyebut, hewan-hewan tersebut justru semakin agresif ketika diusir.

“Kami juga bingung harus bagaimana. Kalau diusir bukannya pergi, malah balik menyerang,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga belum mengetahui pasti asal-usul kemunculan monyet tersebut. Pasalnya, di sekitar permukiman tidak terdapat hutan yang menjadi habitat alami satwa liar.

“Kalau dibilang dari Gunung Tawilis, rasanya tidak mungkin karena jaraknya sangat jauh dari sini,” ucapnya.

Menurut Adis, fenomena kemunculan monyet di wilayah tersebut baru terjadi sekitar satu bulan terakhir dan belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini baru terjadi sekarang. Sebelumnya tidak pernah ada, bahkan warga di sini juga tidak ada yang memelihara monyet,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *