Waspada Child Grooming, PII dan KSR UPI Edukasi Pelajar di Tasikmalaya

INILAHTASIK.COM | Kekhawatiran atas meningkatnya kasus kekerasan seksual yang menyasar anak dan pelajar mendorong berbagai pihak untuk bergerak. Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Tasikmalaya bersama UKM KSR UPI Tasikmalaya menggelar seminar edukatif menyoroti bahaya Child Grooming serta langkah pencegahannya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Komisioner KPAD Tasikmalaya dan akademisi psikologi UPI yang memaparkan secara rinci pola-pola pendekatan pelaku, dampak psikologis bagi korban, hingga strategi perlindungan yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Ketua Umum PD PII Tasikmalaya, Muhammad Yasir, menilai fenomena child grooming sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat.

“Ini bukan lagi persoalan biasa. Kita sedang menghadapi ancaman nyata terhadap masa depan pelajar. Child Grooming bekerja secara halus, terencana, dan sering tidak disadari korban maupun lingkungan sekitarnya,” ujarnya, Senin 20 April 2026.

Ia menegaskan, sikap abai hanya akan memperbesar risiko terjadinya kasus serupa. Oleh karena itu, edukasi menjadi langkah awal yang penting untuk membangun kesadaran kolektif.

“Tidak boleh ada lagi yang menganggap remeh. Semua pihak harus terlibat, mulai dari pelajar, orang tua, hingga institusi pendidikan. Perlindungan terhadap anak adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

PD PII Tasikmalaya juga menyampaikan apresiasi terhadap UKM KSR UPI Tasikmalaya yang turut berkolaborasi dalam kegiatan ini. Menurut Yasir, kerja sama ini lahir dari keprihatinan yang sama terhadap kondisi yang terjadi di lapangan.

“Kami berterima kasih atas sinergi yang dibangun. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan pelajar di Tasikmalaya,” katanya.

Lebih jauh, ia memastikan bahwa upaya pencegahan tidak akan berhenti pada kegiatan seminar semata. PII Tasikmalaya berencana melanjutkan gerakan melalui program pembinaan karakter bagi pelajar.

“Kami akan terus bergerak dengan menghadirkan pelatihan yang fokus pada penguatan mental dan moral. Pelajar harus punya keberanian untuk bersikap dan kemampuan melindungi diri dari berbagai ancaman sosial,” tambahnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

“Peran orang tua, sekolah, pemerintah, dan organisasi pemuda sangat penting. Kita harus bersama-sama memastikan pelajar tumbuh di ruang yang aman, sehat, dan bermartabat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *