INILAHTASIK.COM | Kabar membanggakan datang dari Universitas Negeri Surabaya. Tim JAGUWAR dari UKM Reyog Laskar Sawunggaling berhasil meraih juara pertama dalam ajang IFORTE National Dance Competition Inspirasi Diri 2026 yang berlangsung pada 23–27 April 2026 di Grand Indonesia.
Kompetisi tersebut mempertemukan berbagai tim tari dari sejumlah daerah di Indonesia. Dalam persaingan yang ketat, Tim JAGUWAR tampil menonjol lewat sajian koreografi yang mengangkat seni tradisi Reyog dengan pendekatan artistik yang segar dan inovatif.
Tim ini diperkuat oleh Ferdiansyah Nurcahyo, Calvin Desta Nanda Saputra, Try An-Nafi’u Adha Wijaya, Khalis Geofany Surya Putra, dan Vhanandhyo Rivattyanur Hermawan. Mereka didukung oleh tim official, yakni Abim Bambang Setiawan, Wahdam Danang Sasyunanto, dan Maharani Pritadevi Cahyo Putri.
Dalam proses pembinaannya, tim mendapat arahan dari Setyo Yanuartuti dan Syaiful Qadar Basri. Keduanya berperan penting dalam mempersiapkan penampilan tim, baik dari sisi artistik maupun teknis.
Penampilan Tim JAGUWAR dinilai mampu memikat perhatian dewan juri. Kekompakan antarpemain, energi panggung yang kuat, serta kemampuan mengolah tradisi menjadi pertunjukan yang relevan dengan perkembangan zaman menjadi nilai lebih dalam penampilan mereka.
Menurut Syaiful Qadar Basri, capaian tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani seluruh anggota tim. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya tentang meraih gelar juara, tetapi juga upaya menjaga sekaligus mengembangkan seni tradisi.
“Ini bukan sekadar soal juara, tetapi bagaimana mahasiswa mampu merawat tradisi sekaligus mengembangkannya secara kreatif. Disiplin latihan dan komitmen tim menjadi fondasi utama,” ujarnya.
Salah seorang penari, Ferdiansyah Nurcahyo, mengaku bangga dapat membawa nama Unesa ke tingkat nasional. Ia mengatakan, latihan intensif yang dijalani bersama tim telah membentuk kekompakan dan memperkuat penampilan di atas panggung.
“Kami menjalani proses latihan yang intens, mulai dari fisik sampai pendalaman karakter. Semua itu membuat kami semakin solid di atas panggung,” katanya.
Keberhasilan ini juga didukung oleh lingkungan kampus. Program Studi S1 Pendidikan Sendratasik memberikan pendampingan dari sisi akademik dan artistik. Sementara itu, Fakultas Bahasa dan Seni Unesa turut memfasilitasi pengembangan potensi mahasiswa.
Selain itu, Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Unesa memberikan dukungan melalui berbagai program pembinaan serta pendanaan kegiatan kemahasiswaan.
Prestasi ini semakin menegaskan peran UKM Reyog Laskar Sawunggaling sebagai salah satu motor penggerak pelestarian sekaligus inovasi seni tradisi di lingkungan kampus. Kemenangan Tim JAGUWAR juga menjadi bukti bahwa Reyog tetap memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.
Lebih jauh, capaian tersebut menunjukkan bahwa seni tradisi Indonesia dapat terus relevan di tengah arus modernisasi, selama diolah dengan kreativitas dan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.











