Pergi Cari Pakan Ternak, Warga Jatiwaras Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Kebun

Tampak beberapa orang warga mendatangi lokasi usai adanya laporan penemuan mayat di kebun. Rabu malam (20/05/2026).

INILAHTASIK.COM | Warga Kampung Sindangamis, Desa Jatiwaras, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di area kebun milik warga, Rabu malam, 20 Mei 2026.

Korban diketahui bernama Totong Suhana (65), warga setempat. Ia ditemukan tergeletak di atas rerumputan dengan kondisi mulut mengeluarkan darah dan buih.

Kapolsek Salopa, AKP Kadarusman mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Dayat sekitar pukul 21.30 WIB di kebun milik warga di Kampung Sindangamis.

“Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di area kebun milik warga. Setelah dipastikan identitasnya, korban kemudian dibawa ke rumah duka oleh keluarga dan warga,” ujar Kadarusman saat dikonfirmasi, Kamis 21 Mei 2026.

Menurutnya, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berpamitan kepada keluarga sekitar pukul 13.00 WIB untuk pergi mencari rumput pakan ternak di kebun. Namun hingga sore hari korban tidak kunjung pulang ke rumah.

Merasa khawatir, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Salopa. Petugas bersama warga langsung melakukan pencarian di sekitar area kebun dan perbukitan.

“Setelah menerima laporan, anggota bersama keluarga dan warga melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan pada malam hari di kebun milik saudara Juju Juhana,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun dari mulut korban ditemukan darah dan buih.

Kadarusman menjelaskan, pihak keluarga menyebut korban memang telah lama memiliki riwayat penyakit hipertensi, gangguan lambung, dan colic abdomen.

“Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan luka akibat kekerasan. Diduga korban meninggal karena penyakit yang dideritanya kambuh saat berada di kebun,” jelasnya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai takdir dan tidak akan menuntut pihak mana pun. Jenazah selanjutnya akan dimakamkan oleh keluarga,” pungkas Kadarusman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *