Harga Sapi Naik, Penjualan Hewan Kurban di Tasikmalaya Menurun

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya saat melakukan pemeriksaan hewan kurban disalah satu lapak penjual di Jalan Letnan Harun. Kamis (21/05/2026).

INILAHTASIK.COM | Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) intensif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan sapi dan kambing. Salah satu pengecekan dilakukan di kawasan Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari, Kamis 21 Mei 2026.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan. Selain pemeriksaan fisik hewan, petugas juga mengecek kelengkapan administrasi asal hewan ternak yang masuk ke wilayah Kota Tasikmalaya.

Kabid Peternakan DKPPP Kota Tasikmalaya, Cecep Kustiawan mengatakan, pemeriksaan telah dilakukan sejak sepekan terakhir dengan jumlah hewan yang diperiksa mencapai lebih dari 1.500 ekor.

“Kurang lebih sudah 1.532 ekor hewan yang kami periksa dan alhamdulillah seluruhnya dalam kondisi sehat. Sampai saat ini kami belum menemukan gejala penyakit pada hewan kurban yang diperiksa,” ujar Cecep.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari dokumen administrasi hingga kondisi kesehatan hewan. Petugas memastikan setiap hewan memiliki surat jalan dan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal.

“Kami periksa asal hewan, kebanyakan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain dokumen administrasi, kami juga mengecek umur hewan, detak jantung, kondisi fisik, hingga memastikan hewan sudah layak untuk kurban sesuai syariat,” katanya.

Cecep menambahkan, pihaknya juga akan menerbitkan surat keterangan kesehatan hewan bagi ternak yang telah lolos pemeriksaan, terutama untuk kebutuhan distribusi ke luar daerah.

Meski kondisi hewan dinyatakan aman, Cecep mengakui jumlah penjualan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu total penjualan sekitar 3.000 ekor sapi, sekarang memang ada penurunan. Faktor ekonomi dan harga sapi dari daerah asal yang semakin mahal menjadi salah satu penyebabnya,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra memastikan kondisi hewan kurban di Kota Tasikmalaya sejauh ini aman dan sehat.

“Pemeriksaan sudah dilakukan sejak minggu lalu oleh tim bersama dokter hewan. Sampai saat ini tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan, terutama terkait penyakit pada hewan kurban,” ujar Diky.

Ia juga mengimbau masyarakat dan panitia kurban agar membeli hewan dari lapak resmi yang telah diperiksa oleh petugas kesehatan hewan.

“Kami berharap masyarakat membeli hewan kurban yang sudah diperiksa dan memiliki surat keterangan kesehatan hewan agar lebih aman dan sesuai syariat,” katanya.

Diky mengaku optimistis kebutuhan hewan kurban masyarakat masih dapat terpenuhi hingga mendekati pelaksanaan Idul Adha meski terjadi penurunan penjualan dibanding tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *