Tasikmalaya Siap Jadi Tuan Rumah Harkopnas ke-79, Revitalisasi Situs Kongres Koperasi Dimulai Juli

Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan bersama Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, usai membahas kesiapan pelaksanaan Harkopnas 2026 di Kota Tasikmalaya. Rabu (8/7/2026). Foto | Istimewa

INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kota Tasikmalaya mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang tahun ini akan dipusatkan di Kota Tasikmalaya. Kesiapan tersebut dibahas langsung dalam pertemuan antara Wali Kota Tasikmalaya dengan Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, Rabu 8 Juli 2026.

Pertemuan itu menjadi bagian dari koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan seluruh rangkaian Harkopnas 2026 berjalan lancar. Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah Kongres Koperasi Pertama Indonesia yang digelar di Tasikmalaya pada 1947.

Sejumlah pejabat turut mendampingi Wali Kota, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya, Ketua Dekopinda Kota Tasikmalaya, serta jajaran Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan. Sementara dari Kementerian Koperasi hadir Sekretaris Menteri Koperasi, Ketua Harian Dekopin Pusat, Deputi Bidang Talenta dan Daya Saing Koperasi, Ketua Pelaksana Harkopnas ke-79, serta Staf Ahli Menteri Koperasi.

Salah satu agenda utama yang dibahas ialah rencana peletakan batu pertama atau groundbreaking revitalisasi kawasan bersejarah Kongres Koperasi Pertama beserta Monumen Koperasi yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harkopnas.

Viman menilai peringatan Hari Koperasi Nasional kali ini memiliki makna strategis karena bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum membangkitkan kembali peran koperasi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Kota Tasikmalaya memiliki jejak sejarah yang sangat penting dalam perjalanan koperasi Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Koperasi, kami ingin memastikan warisan sejarah tersebut tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan kembali sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, revitalisasi kawasan bersejarah tersebut tidak hanya berfokus pada renovasi fisik bangunan. Kawasan itu nantinya akan dikembangkan sebagai ruang publik yang edukatif, produktif, dan inklusif, sekaligus menjadi pusat kegiatan koperasi, edukasi sejarah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga wadah kolaborasi generasi muda.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menegaskan revitalisasi kawasan bersejarah tersebut merupakan bagian dari upaya mengembalikan semangat koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

“Kami ingin kawasan bersejarah ini menjadi pusat aktivitas masyarakat yang memadukan nilai sejarah dengan inovasi. Tempat ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi koperasi, pelaku UMKM, komunitas, hingga generasi milenial dan Gen Z,” kata Ferry.

Selain membahas revitalisasi kawasan, kedua belah pihak juga mendiskusikan langkah percepatan transformasi koperasi menuju era digital, peningkatan daya saing, serta penguatan ekosistem koperasi agar mampu menjawab tantangan ekonomi di masa mendatang.

Viman berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan bersejarah tersebut dapat semakin memperkuat posisi Tasikmalaya sebagai kota bersejarah lahirnya gerakan koperasi Indonesia sekaligus mendorong lahirnya koperasi-koperasi modern yang inovatif, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *