INILAHTASIK.COM – Semangat kepramukaan kembali digelorakan di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Padakembang menggelar Jambore Pramuka Penggalang tingkat SD/MI yang dipusatkan di Lapangan SDN Sirnaasih.
Sebanyak 400 peserta didik ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari 20 SD/MI dari total 22 sekolah yang ada di Kecamatan Padakembang. Peserta terdiri dari 200 Pramuka Penggalang putra dan 200 putri.
Jambore ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan antaranggota Pramuka. Kwarran Padakembang menjadikannya sebagai langkah awal untuk kembali mengaktifkan kegiatan kepramukaan di tingkat Gugus Depan yang sebelumnya sempat mengalami kevakuman.
Selain mempererat persaudaraan antarpeserta dan pembina, berbagai kegiatan dalam jambore diarahkan untuk menanamkan karakter positif kepada peserta didik. Mulai dari kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan hingga kemampuan bekerja sama.
Ketua Pelaksana Jambore Penggalang, Rendi Rizki Sutisna, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar sebagai momentum untuk menghidupkan kembali aktivitas Pramuka di Kecamatan Padakembang, sekaligus menyambut Hari Pramuka Nasional.
“Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum menjelang HUT Pramuka Nasional. Kami ingin membangkitkan kembali aktivitas kepramukaan di Kecamatan Padakembang yang sebelumnya cukup lama vakum dan belum banyak kegiatan pada periode kepengurusan sebelumnya,” kata Rendi.
Menurut Rendi, keikutsertaan 20 sekolah menunjukkan bahwa minat terhadap kegiatan Pramuka masih cukup tinggi. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi modal penting untuk mendorong Gugus Depan agar kembali rutin menggelar kegiatan kepramukaan.
Dia berharap Jambore Penggalang ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemicu agar aktivitas Pramuka kembali berjalan secara berkelanjutan, baik di tingkat SD/MI maupun jenjang pendidikan lainnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Kecamatan Padakembang, H. Usep Saepuloh. Menurutnya, Jambore menjadi bagian dari komitmen kepengurusan Kwarran periode 2026-2030 untuk mengaktifkan kembali Gerakan Pramuka di seluruh Gugus Depan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pengurus Kwarran yang baru untuk membangkitkan kembali gerakan kepramukaan di setiap Gugus Depan. Kami juga ingin mengedepankan musyawarah dan transparansi dalam setiap pengelolaan kegiatan,” ujar Usep.
Usep mengatakan, pihaknya akan terus mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan yang dapat menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda. Penguatan koordinasi antara Kwarran, Gugus Depan, Mabigus, pembina dan seluruh unsur Gerakan Pramuka juga menjadi bagian dari upaya tersebut.

Sementara itu, Mabiran Gerakan Pramuka Kecamatan Padakembang yang juga menjabat Camat Padakembang, Dadan Hamdani, memberikan apresiasi terhadap langkah kepengurusan Kwarran yang baru.
Dadan menilai, meski kepengurusan Kwarran periode 2026-2030 belum genap satu tahun, sejumlah agenda kepramukaan telah berhasil dilaksanakan.
“Kami mengapresiasi kepengurusan Kwarran Padakembang periode 2026-2030 yang telah bergerak cepat mengaktifkan kegiatan Pramuka. Meskipun kepengurusan belum genap satu tahun, sudah banyak agenda yang dilaksanakan oleh pengurus Kwarran baru di bawah kepemimpinan H. Usep Saepuloh,” tutur Dadan.
Selain Jambore Penggalang SD/MI, kepengurusan baru Kwarran Padakembang sebelumnya juga telah menggelar Lomba Tingkat (LT) II Penggalang SMP/MTs se-Kecamatan Padakembang.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk membangun kembali ekosistem kepramukaan yang aktif di Padakembang. Tak hanya meningkatkan aktivitas di Gugus Depan, Gerakan Pramuka juga diharapkan semakin berperan dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Dengan digelarnya Jambore Penggalang SD/MI ini, Kwarran Padakembang berharap semangat kepramukaan yang mulai kembali tumbuh dapat terus dijaga dan dikembangkan melalui kegiatan yang rutin, kolaboratif dan berkelanjutan.











