Ditengah Keterbatasan, Save Jompo Yayasan Padi Hadir Ringankan Beban Mak Ilah

Relawan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera saat menyerahkan bantuan kepada Mak Ilah warga Ujungsari Kelurahan Nagarasari Cipedes. Minggu (16/8/2026).

INILAHTASIK.COM | Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga yang serba sulit, bantuan sederhana menjadi begitu berarti bagi Mak Ilah, warga Ujungsari RT 001 RW 017, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Mak Ilah menjadi penerima manfaat program Save Jompo yang digulirkan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera. Bantuan diserahkan relawan yayasan pada Minggu 16 Agustus 2026.

Sejak suaminya meninggal dunia, Mak Ilah harus menjalani kehidupan bersama dua anak perempuannya. Kondisi keluarga semakin berat setelah anak pertamanya harus berpisah dari suami dan kembali menjalani kehidupan bersama sang ibu.

Sementara itu, anak perempuan lainnya memiliki keterbatasan fisik sehingga tidak dapat leluasa mencari pekerjaan untuk membantu perekonomian keluarga.

Dalam kondisi tersebut, Mak Ilah bersama anak pertamanya hanya mengandalkan pekerjaan serabutan. Keduanya bekerja ketika ada warga sekitar yang membutuhkan tenaga mereka.

Kehadiran relawan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera pada Minggu siang pun menjadi penyemangat tersendiri bagi keluarga tersebut. Bantuan yang diberikan memang tidak besar, namun diharapkan mampu membantu memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.

Dewan Pembina Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, H Iwan Restiawan, mengatakan program Save Jompo memang diarahkan untuk membantu warga lanjut usia yang berada dalam kondisi membutuhkan.

“Bantuan ini mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban Mak Ilah dan keluarga. Yang paling penting, mereka tahu bahwa masih ada masyarakat yang peduli dan mau berbagi,” kata Iwan.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bagas Suryono, anggota DPRD Kota Tasikmalaya, yang turut mendukung keberlangsungan program Save Jompo.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kang Bagas Suryono yang telah mendukung program Save Jompo. Dukungan seperti ini sangat berarti agar gerakan kepedulian terhadap para jompo dan warga yang membutuhkan bisa terus berjalan,” ujarnya.

Menurut Iwan, persoalan ekonomi yang dihadapi sebagian warga lanjut usia tidak bisa hanya dilihat dari sisi bantuan sesaat. Kepedulian sosial dan gotong royong masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga mereka agar tetap mendapatkan perhatian.

“Kami ingin Save Jompo bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membangun kepedulian. Mudah-mudahan semakin banyak pihak yang ikut bergerak sehingga semakin banyak keluarga seperti Mak Ilah yang bisa kita bantu,” katanya.

Bagi Mak Ilah dan keluarganya, kedatangan relawan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah kesulitan yang mereka hadapi, masih ada kepedulian dari orang lain.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan kebutuhan keluarga untuk hari itu, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi Mak Ilah dan kedua anaknya untuk tetap bertahan menjalani kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *