Porprov Jabar 2026, Kabupaten Tasikmalaya Bidik 26 Emas, Bonus 100 Juta Menanti Atlet

Kontingen Kabupaten Tasikmalaya yang akan berlaga di Porprov Jawa Barat tahun 2026 resmi dilepas Bupati Cecep Nurul Yakin. Rabu (28/10/2026).

INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menargetkan kebangkitan prestasi olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Sebanyak 532 orang yang tergabung dalam kontingen Kabupaten Tasikmalaya resmi dilepas untuk berlaga dengan target menembus 10 besar klasemen akhir.

Pelepasan kontingen berlangsung di halaman Gedung Bupati Tasikmalaya, Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Cecep Nurul Yakin, Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi, jajaran perangkat daerah, serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya.

Dari total 532 orang yang diberangkatkan, sebanyak 274 merupakan atlet yang akan berkompetisi pada 39 cabang olahraga (cabor). Sementara itu, rombongan lainnya terdiri dari pelatih, manajer, dan ofisial, serta tim kontingen yang bertugas mendukung perjuangan para atlet.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin berpesan agar seluruh atlet tampil maksimal, menjaga kondisi fisik, serta menjunjung tinggi semangat bertanding demi mengharumkan nama daerah.

“Doa kami menyertai seluruh kontingen. Semoga pertandingan berjalan lancar dan para atlet bisa membawa pulang medali kebanggaan, terutama emas. Saya juga sudah menyampaikan amanat dan motivasi agar mereka berjuang dengan penuh semangat,” ujar Cecep.

Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih, Pemkab Tasikmalaya menyiapkan bonus sebesar Rp 100 juta bagi setiap atlet yang berhasil memperoleh medali emas.

Cecep berharap, apresiasi tersebut dapat menjadi pemacu semangat atlet untuk meraih hasil terbaik. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap perjuangan para atlet yang membawa nama Kabupaten Tasikmalaya.

“Untuk sekarang, kita fokus memotivasi atlet agar bisa meraih emas. Bonus Rp 100 juta sudah disiapkan bagi peraih medali emas. Yang terpenting, kita terus mendukung perjuangan atlet daerah,” katanya.

Meski demikian, Cecep menyerahkan penentuan target perolehan medali secara teknis kepada KONI. Menurutnya, sasaran prestasi harus dirumuskan secara terukur agar strategi pembinaan dan persiapan pertandingan berjalan terarah.

Sementara itu, Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi berharap keikutsertaan kontingen tahun ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki posisi Kabupaten Tasikmalaya dalam persaingan olahraga tingkat Jawa Barat.

Ia menyoroti capaian Kabupaten Tasikmalaya yang pernah menempati peringkat kesembilan pada Porprov 2018, tetapi kemudian merosot hingga berada di luar 17 besar pada penyelenggaraan 2022.

“Kami berharap KONI dan seluruh kontingen bisa bekerja maksimal. Paling tidak, Kabupaten Tasikmalaya kembali masuk 10 besar. Ini menjadi harapan bersama agar prestasi olahraga daerah bisa meningkat,” tutur Asep.

Harapan tersebut sejalan dengan target yang ditetapkan Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto. Ia menyebut posisi 10 besar menjadi sasaran realistis yang dibarengi bidikan perolehan 26 medali emas.

Porprov 2026 juga menjadi momentum bagi KONI untuk menegaskan arah pembinaan olahraga berbasis potensi daerah. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, Kabupaten Tasikmalaya kali ini mengandalkan sepenuhnya atlet lokal tanpa merekrut atlet dari luar daerah.

“Target kali ini memang berbeda karena kami lebih mengutamakan pembinaan olahraga. Tidak ada atlet dari luar daerah yang direkrut. Seluruh atlet yang berangkat merupakan putra daerah Kabupaten Tasikmalaya,” kata Erry.

Menurutnya, penggunaan atlet lokal bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan. Pengalaman sebelumnya menjadi bahan evaluasi agar investasi pembinaan memberikan manfaat jangka panjang bagi olahraga daerah.

Erry menilai, mendatangkan atlet dari luar daerah tidak selalu menjamin keberlanjutan prestasi, terutama jika tidak berdampak pada pengembangan atlet lokal.

“Kalau atlet dari luar hanya didatangkan untuk mengejar medali, manfaatnya bagi pengaderan atlet daerah belum tentu ada. Karena itu, ketika atlet lokal sendiri mampu meraih prestasi, kebanggaannya tentu berbeda,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Slamet, mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam mendukung persiapan kontingen. Meski begitu, pemerintah daerah berupaya memastikan pendampingan terhadap atlet tetap berjalan optimal.

Salah satu langkah yang ditempuh ialah melibatkan perangkat daerah melalui skema “Bapak Asuh” untuk masing-masing cabang olahraga. Melalui pola kolaborasi tersebut, tanggung jawab pembinaan dan dukungan terhadap atlet tidak hanya bertumpu pada Disparpora.

“Kami melibatkan dinas-dinas lain sebagai Bapak Asuh untuk membantu mendampingi dan mendorong atlet di setiap cabang olahraga. Jadi, dukungan tidak hanya berasal dari Disparpora, tetapi seluruh perangkat daerah ikut mengambil peran untuk mengoptimalkan perolehan medali,” ujar Aam.

Dengan target 26 medali emas, dukungan lintas perangkat daerah, serta komitmen mengandalkan atlet lokal, kontingen Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu memperbaiki catatan prestasi sekaligus memperkuat fondasi pembinaan olahraga untuk masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *