Bertahun-tahun Terbaring Sakit, Mak Warti Disambangi Relawan Save Jompo Yayasan Padi

Mak Warti hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur akibat sakit yang dialami sejak beberapa tahun terakhir.

INILAHTASIK.COM | Tubuh renta Mak Warti tak lagi banyak bergerak. Di tengah kondisi sakit yang telah dialaminya selama beberapa tahun, perempuan lanjut usia itu lebih banyak menghabiskan waktu dengan terbaring di rumahnya di Mancagar, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Minggu (4/10/2026), suasana rumah Mak Warti sedikit berbeda. Sejumlah relawan dari Yayasan Padi Nusantara Sejahtera datang membawa amanah berupa beras dan uang tunai dari para donatur melalui program Save Jompo.

Mak Warti, warga Mancagar RT 012 RW 014, menerima bantuan tersebut dalam kondisi masih terbaring lemah. Ia tinggal bersama suami dan seorang anak yang selama ini dengan telaten merawatnya.

Kondisi Mak Warti menjadi gambaran bahwa persoalan warga lanjut usia tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pangan, tetapi juga menyangkut perhatian dan akses terhadap layanan kesehatan.

Relawan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, Ustad Agus Marwan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian para donatur yang menitipkan sebagian rezekinya untuk disalurkan kepada warga jompo yang membutuhkan.

“Kami hanya menyampaikan amanah dari para donatur. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan Mak Warti dan keluarganya,” ujarnya.

Menurut Agus, kondisi Mak Warti yang cukup memprihatinkan juga perlu mendapatkan perhatian lebih dari pihak terkait. Terlebih, sakit yang dialami Mak Warti sudah berlangsung dalam waktu cukup lama.

“Melihat kondisi beliau, kami berharap ada perhatian serius dari instansi terkait, khususnya Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Mudah-mudahan ada tindak lanjut sehingga Mak Warti bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” katanya.

Di tengah keterbatasan kondisi fisiknya, Mak Warti masih mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Sang suami dan anaknya terus mendampingi serta merawatnya sehari-hari.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa masih banyak warga lanjut usia yang membutuhkan uluran tangan, bukan hanya dalam bentuk bantuan pangan, tetapi juga kepedulian dan perhatian.

Agus pun menyampaikan apresiasi kepada para aghniya dan donatur yang selama ini mempercayakan sebagian rezekinya melalui Yayasan Padi untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para aghniya yang telah menitipkan rezekinya melalui Yayasan Padi. Semoga apa yang diberikan menjadi keberkahan dan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat dari Allah SWT,” ucapnya.

Program Save Jompo diharapkan terus menjadi jembatan antara para donatur dengan warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

“Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para donatur dengan keberkahan dan pahala yang berlipat. Aamiin,” pungkas Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *