Demo Mahasiswa se-Tasikmalaya Layangkan 10 Tuntutan

Ada sekitar dua ribu massa aksi melakukan orasi secara bergiliran di Simpang Jati dengan memblokade jalan, membakar ban bekas yang dilanjutkan menuju gedung DPRD.

Demo Mahasiswa se-Tasikmalaya Layangkan 10 Tuntutan

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Penolakan BBM menuai aksi bergelombang di seluruh penjuru tanah air, termasuk di Kota Tasikmalaya. Seluruh elemen mahasiswa se-Tasikmalaya menggelar aksi dari gedung Sukapura menuju Kantor DPRD Kota Tasikmalaya pada Kamis 08 September 2022.

Ada sekitar dua ribu massa aksi melakukan orasi secara bergiliran di Simpang Jati dengan memblokade jalan, membakar ban bekas yang dilanjutkan menuju gedung DPRD. Sempat terjadi saling dorong dengan aparat keamanan dan mahasisawa, namun akhirnya massa aksi bisa memasuki gedung DPRD menuju ruang Paripurna.

Dari ruang Paripurna, mahasiswa mengambil 45 kursi untuk dijajarkan di tengah jalan sebagai simbol dari jumlah anggota dewan. Mereka menggelar podium untuk membacakan tuntutannya menolak berbagai macam usaha penindasan yang dilakukam oleh penguasa antara lain menaikkan harga BBM, RUU KUHP, pelanggaran HAM, dan menindas orang jelata. Mereka puin mengundang semua anggota DPRD, eksekutif dan pimpinan Pertamina.

Mahasiswa melayangkan tuntutan agar Pemerintah mencabut kebijkaan pemotongan dan subsidi kenaikan BBM, membuka data subsidi Rp 502 Triliun, melakukan edukasi baru kepada masyarakat tentang energi baru dan terbarukan, mendesak Pemerintah berlaku keras mengenai pembangunan tata ruang, membuat regulasi grafitasi penerima BBM, menaikkan UMR, penundaan dibacakannya dan pembahasannya pengesahan RUU KUHP, PPPK, dan dibatalkannya kenaikan BBM yang menyesengsarakan rakyat.

Massa menegaskan bakal mengadakan aksi susulan dalam seminggu kedepan, juga meminta semua anggota dewan hadir tanpa terkecuali. Sayangnya, aksi ini disusupi oleh pelajar SMK yang melakukan pelemparan dan perusakan nama di pagar tembok. (Awen)