INILAHTASIK.COM | Ketua LSM Peradaban Demokrasi Indonesia (PADI), Iwan Restiawan, mengungkapkan dugaan pelanggaran aturan yang jelas pada pembangunan gedung dan lapangan Padel di Jalan Ir H Juanda, Kota Tasikmalaya. Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan wawancara dengan pihak terkait, terdapat setidaknya dua poin pelanggaran yang dilakukan oleh pengusaha.
Pertama, kegiatan pembangunan telah dilaksanakan meskipun Izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum terbit. Kedua, area pembangunan mencaplok asset negara berupa saluran irigasi tersier yang telah ditutup oleh pondasi bangunan.
“Demi menegakkan marwah negara yang tidak boleh kalah oleh arogansi dan keserakahan pengusaha, kami meminta Kepala Dinas PUTR untuk segera mengambil langkah tegas, menghentikan kegiatan pembangunan tersebut,” desak Iwan setelah audiensi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Selasa, 9 Desember 2025.
Iwan juga menegaskan penolakan terhadap penerbitan PBG jika siteplan yang diajukan masih mencakup asset negara. Sebagai langkah lanjutan, pihaknya bersama Lembaga Swadaya Masyarakat lainnya berencana menghadap DPR RI pada hari Kamis mendatang untuk menyampaikan persoalan dugaan kerusakan lingkungan, termasuk kasus sungai yang hilang dicaplok.
Merespons desakan tersebut, Kepala Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, mengaku bahwa pihaknya telah melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali, terakhir pada tanggal 3 Desember 2025. Rencananya, hari Kamis akan diadakan rapat dengan OPD terkait termasuk Satpol PP untuk membahas penghentian kegiatan.
“Insya Allah hari Jumat nanti, rekomendasi pemberhentian kegiatan pembangunan akan dikeluarkan oleh Dinas PUTR, sebagai dasar Satuan Polisi Pamong Praja bertindak,” ungkap Hendra.
Hendra juga menegaskan bahwa PBG tidak akan diberikan jika siteplan yang diajukan masih melibatkan asset negara, meskipun saluran irigasi tersebut saat ini tidak berfungsi.
“Selain penghentian pembangunan, kami juga tidak akan mengeluarkan PBG jika masih ada masalah sengketa lahan asset negara di lokasi tersebut,” tegasnya.











