INILAHTASIK.COM | Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tasikmalaya bakal dikemas berbeda di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandok, Kecamatan Bungursari.
Momentum yang selama ini identik dengan syiar keagamaan dan kegiatan pesantren itu hendak dimanfaatkan untuk mendorong generasi muda lebih mandiri secara ekonomi.
Pondok pesantren yang dipimpin KH Aban Bunyamin tersebut menyiapkan sejumlah kegiatan pada 17-24 Oktober 2026. Salah satu yang menjadi perhatian yakni workshop digital marketing dan digitalpreneur.
Kegiatan itu dirancang bukan sekadar menghadirkan materi di dalam ruangan. Para peserta nantinya juga akan diajak memahami praktik pemasaran digital, membangun usaha, hingga memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan produk secara produktif dan halal.
Pembina Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandok, Drs. Darul Kutni, mengatakan pesantren memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikannya seusai bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (30/9/2026).
“Insyaallah kita hadirkan pemateri yang kompeten, yakni praktisi wirausahawan yang sudah sukses dalam pemasaran digital,” kata Darul.
Menurut Darul, perkembangan teknologi telah membuka ruang yang sangat luas bagi anak muda untuk membangun usaha. Karena itu, santri maupun masyarakat tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi.
Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk mengubah teknologi menjadi sarana menghasilkan karya dan pendapatan.
“Bagaimana kita membangun kemandirian masyarakat. Kita ingin anak-anak muda memiliki kemampuan berbisnis dengan cara yang halal, memanfaatkan teknologi digital, dan tetap berpegang pada nilai-nilai agama,” ujarnya.
Darul menegaskan, semangat kewirausahaan yang dibangun pesantren tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai keislaman.
Kejujuran, amanah, kerja keras dan keberkahan dalam mencari rezeki, kata dia, tetap menjadi fondasi yang harus dibawa ketika generasi muda memasuki dunia usaha digital.
“Di era digital ini kita mencoba memperkuat kemampuan generasi muda agar bisa memaksimalkan pemasaran digital. Harapannya mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha,” tutur Darul.
Rangkaian Hari Santri di Miftahul Ulum Gandok sendiri tidak hanya berisi kegiatan kewirausahaan. Pengelola juga menyiapkan istighasah, khitanan massal, tabligh akbar dengan kemasan nada dan dakwah, serta pentas seni khas santri.
Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung pada 17 hingga 24 Oktober 2026, dengan puncak peringatan Hari Santri pada 22 Oktober.
Bagi Darul, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas makna Hari Santri. Santri diharapkan tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga keterampilan yang dapat digunakan untuk menjawab persoalan kehidupan masyarakat.
“Yang ingin kita dorong adalah bagaimana masyarakat, khususnya generasi muda, bisa memiliki kemandirian. Mereka bisa berusaha dengan cara yang halal dan pada akhirnya memperoleh kebahagiaan, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga lahir dan batin,” katanya.
DPRD Dorong Silaturahmi Akbar Hari Santri
Komitmen Ponpes Miftahul Ulum Gandok mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Hilman Wiranata.
Hilman menilai upaya menjadikan Hari Santri sebagai ruang pemberdayaan masyarakat dapat memperluas manfaat keberadaan pesantren di tengah masyarakat.
“Dengan demikian, santri dan generasi muda diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pribadi yang religius, tetapi juga mampu mengambil peran dalam membangun kemandirian ekonomi dan kemaslahatan masyarakat,” ujar Hilman.
Dalam kesempatan tersebut, Hilman juga menyinggung pentingnya kegiatan Hari Santri tidak berhenti di masing-masing pondok pesantren.
Menurutnya, Kota Tasikmalaya yang dikenal sebagai kota santri dan memiliki banyak pesantren juga perlu memiliki ruang silaturahmi bersama dalam skala kota.
“Saya berharap silaturahmi akbar tetap digelar dengan disesuaikan kemampuan daerah. Kami memang belum koordinasi, tetapi sebaiknya tetap dilaksanakan silaturahmi akbarnya,” ujar Hilman.
Kedatangan Darul dan rombongan sebelumnya diterima tiga unsur pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya, yakni Wakil Ketua DPRD H Hilman Wiranata, H Heri Ahmadi dan H Wahid.
Gagasan tersebut sekaligus mempertegas bahwa peringatan Hari Santri bukan semata soal seremoni tahunan. Di tengah perubahan zaman, pesantren ditantang untuk terus melahirkan generasi yang memiliki ilmu, akhlak, keterampilan sekaligus kemandirian.











