Hari Temu Tani 2022, Bangun Jalan Keberlanjutan Industri Gula Kelapa Pangandaran

Dalam kegiatan ini juga dipamerkan beberapa produk karya kelompok tani alumni SLKN, seperti pupuk organik cair dan padat khusus kelapa, arang briket, hingga gagasan dapur komunal.

Hari Temu Tani 2022, Bangun Jalan Keberlanjutan Industri Gula Kelapa Pangandaran
Hari Temu Tani 2022 di Pangandaran

PANGANDARAN, INILAHTASIK.COM | Mengangkat tema “Melalui Hari Temu Tani, Mendorong Minat Petani Generasi Muda dan Menanamkan Jiwa Kewirausahaan dalam Membangun Keberlanjutan Usaha Gula Kelapa Nira di Pangandaran” kegiatan hari temu tani Kabupaten Pangandaran 2022 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian, Drs. Sutriaman, mewakili Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang berhalangan hadir pada Rabu 14 September 2022.

Kegiatan yang berlangsung di Islamic Center Pangandaran ini menjadi ajang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan industri gula kelapa di Kabupaten Pangandaran dalam rangka membangun keberlanjutan usaha melalui dorongan terhadap minat generasi muda dan jiwa kewirausahaan.

Pada giat kali ini, para petani kelapa yang telah berhasil mengikuti Sekolah Lapang Kelapa Nira (SLKN) Batch Ke-2, memaparkan hasil belajar sekaligus manfaat yang mereka dapatkan setelah mengikuti kegiatan sekolah lapang.

SLKN Batch Ke-2 yang telah dilaksanakan pada bulan Januari - Juli 2022 merupakan bentuk tindaklanjut atas antusiasme dan respon positif dari kegiatan SLKN Batch Ke-1 yang sukses diselenggarakan pada bulan Juli - November 2021 di Kabupaten Pangandaran.

Dalam agenda ini, Sutriaman Kepala Dinas Pertanian dan Joane Irwan selaku Ketua Asosiasi Gula Kelapa Priangan (AGKP) juga menyerahkan sertifikat kelulusan SLKN kepada dua petani yang mewakili 552 petani yang telah lulus pada Batch Ke-2.

Sutriaman mengatakan, dengan berbagi peran bersama para pemangku kepentingan lainnya, ia mewakili pemerintahan berterima kasih dan mendukung penuh kegiatan peningkatan kapasitas tenaga penderes melalui kegiatan pendidikan dan pembinaan yang diadakan setiap tahunnya.

“Dalam ranah meningkatkan minat generasi muda, kami dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bekerja sama dengan instansi SMA di Pangandaran untuk melakukan pelatihan diluar pembelajaran formal, seperti kegiatan pembibitan dan pembuatan pupuk organik untuk meningkatkan keahlian siswa setelah lulus nanti,” ujar Sutriaman dalam sambutannya.

Beragam informasi dan pengetahuan juga mewarnai hari temu tani ini dengan dilaksanakannya diskusi panel yang berporos pada empat topik utama, yaitu pembangunan minat generasi muda dalam pertanian kelapa nira, gagasan dapur komunal, pembuatan pupuk organik, hingga keberlanjutan industri gula kelapa di Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan hari temu tani ini juga memamerkan beberapa produk karya kelompok tani alumni SLKN, seperti pupuk organik cair dan padat khusus kelapa, arang briket, hingga gagasan dapur komunal.

Diharapkan melalui diskusi dan tukar pendapat ini, seluruh pemangku kepentingan dapat bekerjasama sesuai dengan bidang keahliannya untuk membangun keberlanjutan industri gula kelapa di Kabupaten Pangandaran dengan melibatkan peran aktif generasi muda.