INILAHTASIK.COM | Memasuki usia ke-25, Pemerintah Kota Tasikmalaya dihadapkan pada pekerjaan rumah yang masih membutuhkan penanganan serius. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candra Negara, menegaskan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan agar target yang telah ditetapkan tetap relevan dengan kondisi terkini.
Menurut Diky, dua tahun awal pemerintahan menjadi momentum penting untuk mengukur capaian sekaligus menyesuaikan kebijakan dengan perubahan kondisi fiskal dan kebutuhan masyarakat.
Ia menilai, perubahan alokasi anggaran, Dana Alokasi Khusus (DAK), Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga pelimpahan sejumlah kewenangan pelayanan dari pemerintah provinsi ke daerah harus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan berikutnya.
“Memasuki tahun kedua ini, evaluasi harus mulai dilakukan. Target-target dalam RPJMD perlu disesuaikan dengan kondisi yang ada, sehingga antara perencanaan dan kemampuan pelaksanaan tetap relevan,” ujar Diky saat ditemui usai apel peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya, Sabtu 17 Oktober 2026.
Diky mencontohkan, target sektor pertanian dapat terdampak ketika pembangunan atau perbaikan infrastruktur pengairan menyebabkan sejumlah lahan sawah tidak mendapatkan pasokan air secara optimal.
Begitu pula dengan perubahan pengelolaan kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya ditangani pemerintah provinsi dan kemudian dilimpahkan ke daerah. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut pemerintah melakukan penyesuaian perencanaan dan penganggaran.
Karena itu, ia menekankan agar program pembangunan tidak sekadar dijalankan berdasarkan target administratif, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan anggaran serta tingkat urgensi kebutuhan masyarakat.
“Program-program ke depan tidak boleh asal-asalan. Harus betul-betul berdasarkan skala prioritas, mana yang paling dibutuhkan masyarakat dan memungkinkan untuk segera ditangani,” katanya.
Diky juga mengingatkan bahwa evaluasi bukan berarti mengabaikan program yang telah berjalan. Sebaliknya, langkah tersebut diperlukan agar kebijakan pemerintah semakin tepat sasaran dan mampu menjawab persoalan riil di lapangan.
Ia mengakui, capaian selama dua tahun pertama belum sepenuhnya maksimal. Namun, dirinya optimistis pembenahan secara bertahap dapat memperkuat kinerja pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Sebagai bagian dari pemerintah, kami tidak boleh berpuas diri. Kami harus terus bergerak, berkarya, dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” ucapnya.
Dalam peringatan seperempat abad Kota Tasikmalaya, Diky berharap evaluasi pembangunan dapat menjadi pijakan untuk memperbaiki program prioritas, memperkuat pelayanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.











