INILAHTASIK.COM | Tanah longsor terjadi di Kampung Warung Peuteuy RT 13 RW 03, Dusun Ngamplang, Desa Margalaksana, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (27/9/2026) dini hari.
Peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB tersebut membuat saluran irigasi air Cibiuk terputus. Material longsoran juga berdampak terhadap sejumlah lahan milik warga di sekitar lokasi.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan assessment dilakukan untuk memastikan dampak longsor sekaligus memetakan potensi bahaya yang masih mengancam warga.
“Longsor menyebabkan saluran irigasi Cibiuk terputus dan berdampak terhadap beberapa lahan warga. Kami masih melakukan assessment dan pemantauan untuk melihat kondisi tanah serta kemungkinan adanya pergerakan lanjutan,” kata Jembar.
Sejumlah lahan yang terdampak di antaranya sawah dan kolam milik almarhum Unan, kebun milik Engkon, serta kebun milik Teti Sumiati.
Namun, persoalan tidak hanya menyangkut kerusakan lahan dan terputusnya aliran irigasi. Beberapa rumah warga yang berada di bagian atas lokasi longsor juga masuk dalam area yang dinilai berisiko.
Kondisi tersebut membuat penghuni rumah perlu mendapat perhatian serius. Evakuasi menjadi salah satu langkah antisipasi yang perlu dipertimbangkan untuk mencegah jatuhnya korban apabila terjadi longsor susulan.
“Kami mengutamakan keselamatan warga yang rumahnya berada di atas titik longsoran. Kalau kondisi dinilai membahayakan, warga perlu dievakuasi sementara ke tempat yang lebih aman,” ujar Jembar.
Pihaknya bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan di lokasi. Koordinasi juga dilakukan untuk menentukan langkah penanganan, terutama terhadap saluran irigasi yang terputus dan warga yang berada di sekitar titik longsor.
Jembar mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak mendekati area longsoran. Kondisi tanah harus terus dipantau karena masih ada potensi pergerakan tanah,” katanya.











