INILAHTASIK.COM | Semarak Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya mulai terasa. Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi memperkenalkan logo dan maskot perayaan Hari Jadi ke-25 sekaligus membuka rangkaian Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) 2026, Minggu (4/10/2026).
Launching tersebut dihadiri Wali Kota Tasikmalaya, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim, S.H, M.Si, unsur Forkopimda, Ketua MUI Kota Tasikmalaya serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Tahun ini, Pemkot Tasikmalaya memperkenalkan Tata dan Titi sebagai maskot resmi Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Keduanya terinspirasi dari ikan yang lekat dengan legenda dan identitas Kota Tasikmalaya.
Tidak sekadar menjadi simbol perayaan, Tata dan Titi juga tampil dengan balutan busana yang sarat unsur budaya lokal. Mulai dari payung geulis, kebaya bordir, kelom geulis, sandal tarumpah hingga batik Tasikmalaya menjadi bagian dari tampilan maskot tersebut.
Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim menyambut positif peluncuran rangkaian Hari Jadi ke-25 tersebut. Menurutnya, momentum hari jadi tidak boleh hanya berhenti pada kemeriahan acara, tetapi harus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi Kota Tasikmalaya.
“Hari Jadi ke-25 ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Kita ingin perayaan ini bukan hanya meriah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mengangkat potensi yang dimiliki Kota Tasikmalaya,” ujar H Aslim.
Ia mengatakan, keterlibatan berbagai unsur dalam rangkaian Oktober Festival menjadi hal penting. Sebab, pembangunan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan masyarakat, pelaku usaha, komunitas hingga generasi muda.
“Kita berharap seluruh rangkaian kegiatan bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Termasuk pelaku UMKM, seniman, budayawan, komunitas, anak muda dan berbagai elemen lainnya,” katanya.
Rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya dikemas melalui Tasikmalaya Oktober Festival dengan total 25 kegiatan yang tersebar di berbagai bidang.
Kegiatan tersebut mencakup olahraga dan kebudayaan, seni dan budaya, kesehatan, sosial dan pelayanan masyarakat, perdagangan dan ekonomi kreatif, ekonomi dan ketenagakerjaan, edukasi dan inovasi, lingkungan hidup dan kebersihan hingga berbagai perlombaan.
H Aslim berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong geliat ekonomi masyarakat.
“Yang paling penting, kegiatan ini harus membawa manfaat. Kita berharap ekonomi masyarakat bergerak, kreativitas tumbuh, budaya lokal semakin dikenal dan masyarakat bisa ikut merasakan semarak Hari Jadi Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Dengan diperkenalkannya Tata dan Titi serta dimulainya rangkaian Oktober Festival, perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya diharapkan menjadi momentum untuk meneguhkan identitas daerah sekaligus memperkuat semangat bersama membangun Kota Tasikmalaya.











