Kompas Singaparna Juara Mini Turnamen NSF, Academy Sepak Bola Usia Dini Segera Launching

Tim Kompas FC Singaparna berhasil jadi juara pada laga Mini Turnamen Sepak Bola North Sport Foundation di Lapangan Cipurut Ciamis. Minggu (4/10/2026) kemarin.

INILAHTASIK.COM | Mini turnamen sepak bola yang digelar North Sport Foundation (NSF) di Lapang Cipurut, Kabupaten Ciamis, Minggu (4/10/2026), berlangsung sengit hingga pertandingan terakhir.

Kompas FC Singaparna keluar sebagai kampiun setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Tim asal Kabupaten Tasikmalaya itu berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp 1 juta.

Posisi kedua ditempati Crown FC Kota Tasikmalaya dengan hadiah Rp 500 ribu. Sementara Wanderwall FC Kota Tasikmalaya harus puas di peringkat ketiga dan mendapatkan hadiah Rp 250 ribu.

Tak hanya penghargaan bagi tim terbaik, panitia juga memberikan apresiasi individual. Jale dari Kompas FC Singaparna dinobatkan sebagai top score turnamen dan memperoleh hadiah Rp 250 ribu.

Founder North Sport Foundation (NSF), Norik AB, mengatakan mini turnamen tersebut bukan sekadar ajang perebutan juara, tetapi menjadi bagian dari upaya NSF membangun ekosistem sepak bola yang lebih terarah, khususnya bagi generasi muda.

Menurutnya, NSF tengah mempersiapkan langkah berikutnya dengan menghadirkan Academy sepak bola usia dini.

“Turnamen ini bukan hanya untuk mencari siapa yang juara. Kami ingin membangun silaturahmi antarkomunitas dan klub, sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan sepak bola,” ujar Norik AB, kepada wartawan, Senin 5 Oktober 2026.

Ia menyebut, kehadiran Academy NSF nantinya diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak yang memiliki minat dan bakat di bidang sepak bola agar mendapatkan pembinaan sejak usia dini.

“Insyaallah dalam waktu dekat NSF akan segera launching Academy sepak bola usia dini. Kami ingin anak-anak mendapatkan tempat untuk belajar, berlatih dan berkembang dengan pembinaan yang baik,” katanya.

Norik menambahkan, pembinaan usia dini menjadi salah satu perhatian utama NSF karena proses mencetak pesepak bola tidak bisa dilakukan secara instan.

“Kalau kita ingin sepak bola Tasikmalaya dan sekitarnya semakin maju, pembinaan harus dimulai dari bawah. Anak-anak harus diberikan kesempatan sejak dini untuk berkembang,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *