INILAHTASIK.COM | Persoalan sampah di kawasan permukiman padat mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) menghadirkan solusi berbasis teknologi tepat guna.
Melalui Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Cilamajang A, mahasiswa UMTAS menyerahkan alat pembakar sampah ramah lingkungan kepada Kelurahan Cilamajang, Kota Tasikmalaya, Sabtu 22 Agustus 2026.
Alat tersebut dirancang untuk membantu masyarakat menangani sampah sekaligus menekan dampak polusi udara yang selama ini menjadi salah satu persoalan dalam praktik pembakaran sampah secara konvensional.
Perwakilan Tim KKN UMTAS Cilamajang A, Ipan Aulia Rahman, mengatakan inovasi tersebut memanfaatkan limbah oli bekas sebagai bahan bakar yang dikombinasikan dengan sistem injeksi uap air bertekanan tinggi.
Menurutnya, teknologi tersebut memiliki kapasitas pemusnahan sampah hingga 13 kilogram per jam. Dengan kemampuan itu, alat dapat memproses sekitar satu kilogram sampah dalam waktu empat hingga lima menit.
“Proses pemusnahan sampah menggunakan sistem thermal cracking. Uap air disemprotkan langsung ke titik api untuk memecah molekul hidrokarbon dari oli bekas pada suhu di atas 800 derajat Celsius,” kata Ipan.
Ia menjelaskan, sistem tersebut dirancang agar proses pembakaran berlangsung lebih sempurna. Salah satu indikatornya terlihat dari perubahan asap hasil pembakaran yang sebelumnya berwarna hitam pekat menjadi uap transparan ketika sistem injeksi uap air diaktifkan.
Uji coba alat tersebut turut disaksikan perangkat Kelurahan Cilamajang, tokoh masyarakat dan warga. Dalam demonstrasi itu, perbedaan proses pembakaran sebelum dan sesudah sistem injeksi uap air diaktifkan dapat terlihat secara langsung.
“Ketika oli dibakar tanpa menggunakan uap air, asap hitam masih terlihat. Namun setelah kran injeksi uap dibuka, asap pekat tersebut hilang dalam hitungan detik,” ujarnya.
Ipan menegaskan, kehadiran mahasiswa melalui program KKN tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik. Inovasi tersebut diharapkan menjadi bentuk kontribusi langsung terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan lingkungan.
“Kehadiran kami bukan sekadar formalitas pengabdian akademis. Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.
Ia menyebut, pemanfaatan limbah oli sebagai bagian dari teknologi tersebut juga menjadi upaya mengubah material yang selama ini berpotensi menjadi persoalan lingkungan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
“Harapan kami, alat ini bisa menjadi langkah awal bagi pemerintah Kelurahan Cilamajang untuk membangun pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan mendukung terciptanya lingkungan yang sehat,” katanya.
Penyerahan alat kemudian ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima antara Tim KKN UMTAS Cilamajang A dan pihak Kelurahan Cilamajang.
Selain menyerahkan alat, tim KKN juga menyatakan komitmennya untuk melakukan pendampingan dan membantu pemeliharaan alat secara berkala agar inovasi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Dengan adanya teknologi tepat guna tersebut, pengelolaan sampah di tingkat kelurahan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.











