Peduli Lansia, UMTAS Perkuat Fasilitas dan Program Kebugaran di Panti Jompo Welas Asih

Kegiatan seminar dan workahop program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen UMTAS di Panti Jompo Welas Asih. Rabu hingga Jumat, (5-7/8/2026)

INILAHTASIK.COM | Kepedulian terhadap kelompok lanjut usia tak cukup hanya diwujudkan melalui bantuan sesaat. Kesehatan, kenyamanan, hingga kemandirian lansia membutuhkan perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan.

Hal itulah yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Panti Jompo Welas Asih, yang berlangsung selama tiga hari, sejak Rabu hingga Jumat, 5-7 Agustus 2026.

Mengusung tema “Optimalisasi Kesehatan dan Kualitas Hidup Lansia melalui Penguatan Fasilitas, Program Kebugaran, dan Kebersihan Lingkungan di Panti Jompo Welas Asih”, kegiatan tersebut melibatkan dosen, mahasiswa, pengelola panti, serta para lansia.

Program ini digagas sebagai implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk nyata kontribusi kampus dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.

Ketua Pelaksana PkM, Miftahul Falah, MSN, PhD, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan panti yang lebih sehat dan mendukung kemandirian lansia.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi para lansia, baik melalui peningkatan pengetahuan, penyediaan fasilitas pendukung, maupun penerapan program kebugaran yang dapat dilakukan secara rutin,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, prakata ketua pelaksana, serta pembukaan yang diisi sambutan Wakil Rektor I UMTAS dan pimpinan Panti Jompo Welas Asih.

Dalam kegiatan tersebut UMTAS juga menyerahkan bantuan fasilitas secara simbolis kepada pihak panti. Bantuan itu menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan bagi para penghuni panti.

Sebelum masuk ke sesi edukasi, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test. Tahapan ini dilakukan untuk memetakan pengetahuan awal peserta terkait kesehatan lansia dan pengelolaan panti.

Materi pertama mengenai Manajemen Panti Jompo disampaikan H. Epi Edwar Lutpi, S.KM, M.KM. dari Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya tata kelola panti yang baik agar pelayanan kepada lansia tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan berorientasi pada kesejahteraan.

Pembahasan kemudian berlanjut pada aspek kesehatan melalui materi Kesehatan Lansia yang disampaikan Neni Solihat, M.Psi, Psikolog.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik, psikologis, dan sosial ketika memasuki usia lanjut. Dukungan lingkungan, aktivitas fisik yang sesuai, pola hidup sehat, serta perhatian terhadap kondisi psikososial menjadi bagian penting dalam mempertahankan kualitas hidup lansia.

Tak berhenti pada teori, para lansia juga diajak bergerak secara langsung.

Nina Pamela Sari, M.Kep, memberikan materi Praktik Program Kebugaran Lansia. Para peserta mengikuti gerakan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik lansia, dengan sasaran menjaga kebugaran, keseimbangan, fleksibilitas sendi, serta membantu mempertahankan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

Suasana kegiatan pun berlangsung interaktif. Para lansia terlihat antusias mengikuti gerakan kebugaran sekaligus berdiskusi dalam sesi edukasi yang diberikan.

Setelah seluruh materi selesai, peserta kembali mengikuti post-test dan evaluasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana peningkatan pemahaman setelah mengikuti rangkaian edukasi.

Miftahul menegaskan, keberhasilan program tidak semata diukur dari kelancaran kegiatan selama tiga hari. Lebih jauh, pihaknya berharap pengetahuan dan praktik yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan panti.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan sejahtera,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPPM 2026 atas hibah yang diberikan, UMTAS, LP3M, serta seluruh pihak yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pengelola panti, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci agar perhatian terhadap lansia tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Dengan pendekatan promotif dan preventif, pihaknya berharap program tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan dan kualitas hidup lansia di Panti Jompo Welas Asih.

Miftahul menyebut, pengabdian bukan sekadar hadir di tengah masyarakat, tetapi memastikan ilmu pengetahuan yang dimiliki kampus dapat memberi dampak langsung bagi mereka yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *