Peringatan Hari Santri di MTs PUI Gereba Diisi Beragam Kegiatan

Kegiatan digelar di masjid At-Tarbiyah kampus MTs.PUI Gereba dengan beberapa acara kegiatan.

Peringatan Hari Santri di MTs PUI Gereba Diisi Beragam Kegiatan

CIAMIS, INILAHTASIK.COM | Hari Santri Nasional tgl 22 Oktober 2022, salah satu momen yang sangat dinantikan umat muslim di Indonesia. Terutama para santri hingga yang kotanya mendapat julukan Kota Santri.

Salah satunya MTs. PUI GEREBA, Desa Ciakar, kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis yang turut memperingati Hari Santri Nasional.

Kegiatan digelar di masjid At-Tarbiyah kampus MTs.PUI Gereba dengan beberapa acara kegiatan yaitu : kajian Islam tentang hari santri Nasional, tahlil mendoakan para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesa dan mempertahankan kemerdekaan dan doa bersama serta dilanjutkan Nobar film Sang Kiyai (KH. Hasyim Asy ari) di ruangan terpisah.

Peringatan Hari Santri Nasional 2022 pasti selalu di digelar di berbagai daerah di seluruh Indonesia dan juga selalu digelar Upacara Bendera Hari Santri Nasional 2022  di Halaman Kantor Kementerian Agama, Jl Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, dan akan live YouTube di akun Kemenag RI mulai pkl 09.00 WIB.

Dalam memperingati Hari Santri Nasional 2022 , Kepala Sekolah MTs. PUI GEREBA H. Hasan Ma'mun S.Ag.M.Pd.I. membagikan santunan tali asih kepada siswa siswi yatim piatu, berjumlah 20 orang terdiri dari kelas 7, 8 dan kelas 9.

Adapun sumber biaya untuk santunan adalah dari Infaq Dewan Guru serta infaq para siswa.

"Tujuan Kami memberikan santunan Tali asih kepada siswa siswa yatim piatu di lingkungan MTs. PUI GEREBA, adalah agar tercipta tali silaturahmi antar sesama murid juga antar murid dan Guru." kata Hasan.

Kegiatan siswa di MTs PUI Gereba sangat padat baru kemarin tgl 10 sd 19 mengadakan kegiatan acara peringatan "Maulid Nabi Muhammad SAW". Sekarang lanjut mengadakan acara peringatan hari Santri Nasional. Even-even itu merupakan program kerja OSIS.

"Kami para guru hanya mengarahkan dan membimbing setiap kegiatan OSIS. Selama tidak mengganggu kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM)" jelas Ai Sayidah, Wakamad Kesiswaan. 

"Saya sangat senang dengan kegiatan-kegiatan OSIS di sekolah. Karena bisa menjadi bekal kegiatan sosial di masyarakat kelak." ujar Yuni Yulistia, kelas 9 yang juga pengurus OSIS.