PKB Kabupaten Tasikmalaya Mulai Panaskan Mesin Menuju Pemilu 2029, 63 Pengurus Baru Dikukuhkan

Prosesi pengukuhan 63 pengurus baru DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpin langsung Anggota DPR RI Fraksi PKB H Oleh Soleh. Minggu (11/10/2026).

INILAHTASIK.COM | Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tasikmalaya mulai memantapkan langkah menghadapi Pemilu 2029. Sebanyak 63 pengurus masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan di Hotel Alhambra, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu, 11 Oktober 2026.

Pengukuhan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pergantian dan penataan struktur organisasi. Partai berlambang bola dunia tersebut juga membekali para pengurus dengan orientasi politik sebagai upaya memperkuat kapasitas kader di tengah dinamika politik serta kemungkinan perubahan regulasi pemilu mendatang.

Prosesi pengukuhan dilakukan anggota DPR RI Fraksi PKB, H Oleh Soleh, mewakili Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB. Sejumlah perwakilan partai politik di Kabupaten Tasikmalaya turut menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam kepengurusan periode terbaru, H Iip Miftahul Faoz dipercaya menduduki posisi Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, H Ami Fahmi kembali memimpin jajaran Tanfidziyah sebagai Ketua DPC, didampingi M Rilah Sahrul Mubarok sebagai sekretaris dan Moh Hakim Zaman sebagai bendahara.

Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya, Ami Fahmi, mengatakan pembentukan kepengurusan tersebut melewati tahapan seleksi yang cukup panjang, mulai dari uji kompetensi hingga musyawarah cabang (muscab).

Meski jajaran pimpinan Dewan Syuro dan Tanfidziyah telah dilantik di Jakarta pada 23 Juli 2026, penyempurnaan struktur kepengurusan secara menyeluruh baru dituntaskan melalui pengukuhan di Singaparna.

“Seluruh pengurus yang berjumlah 63 orang diwajibkan mengikuti orientasi politik dan pengaderan terlebih dahulu. Ini bagian dari penertiban internal partai. Kita tidak bisa menunjuk pengurus yang belum terkader dengan baik,” ujar Ami kepada wartawan usai kegiatan.

Menurut Ami, tantangan kepemimpinan PKB lima tahun ke depan tidak ringan. Selain menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat, partai juga harus mempersiapkan strategi di tengah persaingan politik yang semakin ketat dan belum pastinya sejumlah aturan penyelenggaraan pemilu.

Ketidakpastian mengenai sistem pemilu legislatif, termasuk kemungkinan penerapan sistem proporsional terbuka atau tertutup serta format pelaksanaan pemilihan legislatif dan presiden, menjadi faktor yang harus diantisipasi sejak dini.

Karena itu, konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput menjadi salah satu prioritas DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya.

Ami memaparkan, perolehan suara PKB pada Pemilu Legislatif 2024 meningkat dibandingkan pemilu sebelumnya. Dari semula sekitar 138.000 suara, raihan partai yang dipimpinnya naik menjadi 155.000 suara.

Namun, peningkatan suara itu belum berbanding lurus dengan penambahan kursi di DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengoptimalkan dukungan pemilih agar dapat dikonversi menjadi peningkatan keterwakilan politik pada Pemilu 2029.

“Kami ingin slogan solid dan menang pemilu tidak sekadar menjadi jargon, tetapi benar-benar menjadi penyemangat untuk bekerja nyata. Karena itu, penguatan organisasi harus dilakukan dari tingkat cabang hingga ranting,” katanya.

Saat ini, DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya juga tengah merampungkan pembentukan 5.096 pengurus ranting yang tersebar di 351 desa. Langkah tersebut diharapkan memperkuat jangkauan partai sekaligus mendekatkan kader dengan persoalan masyarakat.

Ami turut menegaskan pentingnya menjaga hubungan dengan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi yang memiliki hubungan historis dengan kelahiran PKB.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan organisasi keagamaan tersebut, DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya mengalokasikan bantuan operasional untuk Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp 500 juta per tahun, ditambah bantuan rutin Rp 8 juta setiap bulan.

Sementara itu, Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jawa Barat, KH Acep Adang, mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi partai tidak cukup diukur dari besarnya struktur kepengurusan. Kinerja dan hasil nyata yang dirasakan masyarakat harus menjadi tolok ukur utama.

Ia menyoroti perolehan delapan kursi DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang dipertahankan PKB selama dua periode berturut-turut. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi seluruh pengurus untuk merumuskan strategi yang lebih efektif agar mampu meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029.

“Menjadi pengurus partai itu tidak mudah. Hasil kerja pengurus akan menjadi barometer utama perkembangan partai. Karena itu, penataan seluruh komponen pengurus di Tasikmalaya harus berjalan optimal,” tutur Acep.

Ia menjelaskan, DPW PKB Jawa Barat terus mendorong kader agar hadir di tengah masyarakat melalui program-program pelayanan sosial. Salah satunya melalui penyediaan 2.500 unit Ambulan Siaga yang mulai diluncurkan sejak 2025 dan tersebar di daerah pemilihan se-Jawa Barat.

Dalam kurun waktu satu tahun, armada tersebut dilaporkan telah digunakan untuk sekitar 49.000 kegiatan pelayanan kesehatan dan penanganan kedaruratan masyarakat.

Selain layanan ambulans, kader PKB juga didorong aktif menjalankan kegiatan sosial, seperti program Jumat Berkah, bakti sosial, serta memperkuat komunikasi dengan pengurus NU dan pondok pesantren.

Di tingkat Jawa Barat, pengukuhan pengurus anak cabang (DPAC) disebut telah menjangkau sekitar 6.000 orang, dengan total pengurus partai mencapai lebih dari 12.000 orang.

“Pengurus di tingkat kecamatan merupakan ujung tombak dan garda terdepan dalam melaksanakan program-program kerakyatan, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya,” tambah Acep.

Bupati Cecep Nurul Yakin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap peran PKB sebagai salah satu mitra strategis pemerintah daerah.

Menurut Cecep, komunikasi yang terbuka dan sikap kritis partai politik diperlukan agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan lebih baik. Ia menilai dukungan maupun kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi bagian dari upaya mengawal kebijakan pembangunan.

Cecep juga menyinggung dukungan PKB terhadap kebijakan pinjaman daerah yang diarahkan untuk mempercepat pembangunan fasilitas publik di Kabupaten Tasikmalaya.

Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan partai politik tetap terjaga dalam semangat kolaborasi, tanpa menghilangkan peran masing-masing dalam kehidupan demokrasi.

“Selamat kepada seluruh pengurus PKB Kabupaten Tasikmalaya yang telah dikukuhkan. Tidak ada kompetisi politik yang indah tanpa sikap saling menguatkan dan mendoakan demi kemajuan masyarakat,” kata Cecep.

Pengukuhan 63 pengurus tersebut menjadi momentum bagi PKB Kabupaten Tasikmalaya untuk memperkuat konsolidasi internal, memperluas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menyiapkan strategi politik menuju Pemilu 2029.

Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa penguatan struktur organisasi dan peningkatan perolehan suara dapat menghasilkan capaian politik yang lebih besar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *