Polres Tasikmalaya Sidak HP Anggota, Judi Online Jadi Sasaran Pengawasan

Personil Propam Polres Tasikmalaya tengah memeriksa handphone salah satu anggota antisipasi judi online. Senin (31/8/2026).

INILAHTASIK.COM | Ponsel pribadi seluruh anggota Polres Tasikmalaya mendadak diperiksa. Pemeriksaan tersebut dilakukan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi keterlibatan personel dalam aktivitas perjudian online.

Pemeriksaan digelar pada Senin 31 Agustus 2026, sebagai tindak lanjut atas instruksi Polda Jawa Barat. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawasan internal untuk memastikan seluruh anggota kepolisian tidak terlibat dalam praktik yang dapat mencoreng institusi.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi melalui Kasi Humas Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap handphone seluruh personel.

“Hari ini Polres Tasikmalaya dari bagian Propam menindaklanjuti perintah dari Polda Jabar memeriksa handphone semua anggota. Takutnya ada oknum-oknum yang terlibat atau ikut judi online,” ujar Triana saat dikonfirmasi, Senin 31 Agustus 2026.

Dari pemeriksaan tersebut, kata Triana, tidak ditemukan anggota Polres Tasikmalaya yang terindikasi terlibat perjudian online.

Alhamdulillah, dari anggota Polres Tasikmalaya tidak ada yang ditemukan,” katanya.

Menurut Triana, pemeriksaan terhadap perangkat komunikasi anggota bukan kegiatan yang baru dilakukan. Pengawasan semacam itu menjadi bagian dari upaya preventif yang dilakukan secara berkala untuk mencegah personel terjerumus dalam aktivitas ilegal, termasuk penyalahgunaan teknologi.

Polres Tasikmalaya juga menegaskan bahwa temuan keterlibatan anggota dalam judi online akan ditindak melalui mekanisme internal kepolisian. Sanksi disiplin dapat diberikan apabila seorang personel terbukti melakukan pelanggaran.

“Sanksi internal akan diberikan untuk anggota jika ditemukan ikut judi online, tapi kebetulan tadi tidak ada,” tuturnya.

Triana menambahkan, pengawasan terhadap personel tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan perangkat elektronik. Pimpinan juga terus mengingatkan anggota mengenai berbagai risiko yang ditimbulkan perjudian online.

Imbauan tersebut dinilai penting karena dampak judi online tidak berhenti pada persoalan keuangan. Kebiasaan tersebut juga berpotensi mengganggu kehidupan keluarga hingga memengaruhi profesionalitas dan karier seorang anggota kepolisian.

“Anggota terus diberi imbauan agar tidak melakukan judi online, karena judi online itu sangat merusak sekali, baik secara ekonomi, merusak karier, hingga merusak rumah tangga,” kata Triana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *