Soal Geng Motor, Farid: Langkah Pemerintah Nihil

Farid berharap pemerintah segera mengambil sikap untuk berkolaborasi dengan instrumen pemerintah lainnya (Polres), serta menginstruksikan kepada OPD di bawahnya seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Kesbangpol juga Dinas Pemuda dan Olahraga untuk berkolaborasi membuat solusi yang bersifat langkah-langkah preventif.

Soal Geng Motor, Farid: Langkah Pemerintah Nihil
M. Farid, S.IP

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Ulah geng motor yang membuat resah dan menciptakan rasa tidak aman serta ketidaknyamanan di masyarakat terjadi bukan akhir-akhir ini saja, akan tetapi telah terjadi sejak lama.

Kondisi berlarut-larut ini disebabkan lantaran belum adanya solusi kongkrit yang dilakukan oleh pemerintah (eksekutif, legislatif dan yudikatif) yang terkonsep dan menjadi ikhtiar kolektif, dalam arti masih berjalan masing-masing.

Hal itu ditegaskan, Wakil Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, M. Farid, S.IP pada Selasa 08 November 2022. Menurutnya, langkah pemerintah hanya bersifat kasuistik, yaitu ketika ada kejadian baru berreaksi alias reaksioner.

“Kita belum melihat langkah-langkah preventif/ pencegahan, apalagi dilakukan secara berjamaah/kolektif. Pemkot dan instansi lainnya hanya membebankan kepada pihak kepolisian saja. Sikap pemerintah yang apatis menjadi ruang bagi masyarakat untuk melakukan tindakan di luar kiridor hukum/main hakim sendiri, tanpa disadari pemerintah tidak melakukan edukasi bagi masyarakat dalam upaya menangkal geng motor dan sikap itu pun bisa kami nilai sebagai bentuk pembiaran,” paparnya.

Farid pun berharap pemerintah segera mengambil sikap untuk berkolaborasi dengan instrumen pemerintah lainnya (Polres), serta menginstruksikan kepada OPD di bawahnya seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Kesbangpol juga Dinas Pemuda dan Olahraga untuk berkolaborasi membuat solusi yang bersifat langkah-langkah preventif, terlebih dengan melibatkan organisasi-oraganisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan serta organisasi kepemudaan yang ada di Kota dam Kabupaten Tasikmalaya mulai tingkat kota sampai tingkat RT.

Farid menyebut bahwa langkah-langkah yang bisa dilakukan seperti di level kota dibuat Satgas Geng Motor yang di dalamnya diisi oleh Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Kesbangpol serta Dinas Pemuda dan Olahraga, TNI juga pihak kepolisian.

Satgas ini, lanjut Farid, bekerja dengan memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Tasikmalaya khususnya tingkat SMP dan SMA, karena tidak dipungkiri pelaku geng motor tersebut kebanyakan di usia sekolah.

“Tak sulit sepertinya untuk mengindentifikasinya, karena pelaku geng motor ini rata-rata kondisi motornya berknalpot bising, tidak menggunakan plat nomor juga aksesoris pabrikannya dicopot atau purutul,” ucapnya.

Kemudian, katra Farid, untuk level bawah atau lingkungan seperti tingkat kecamatan, kelurahan, RW, RT, Polsek, Koramil, organisasi keagamaan/DKM, organisasi masyarakat serta organisasi pemuda melakukan penyuluhan ke majelis taklim di lingkungan masing-masing kepada para pemuda dan anak usia sekolah termasuk dengan mengidentifikasi kendaraan-kendaraan masyarakat yang kondisinya seperti yang disebutkan di atas, ditambah dengan kembali membudayakan Siskamling atau ronda malam.

“Kami yakin ketika hal itu dilakukan akan bisa menutup ruang gerak para berandalan geng motor. Kalau memang solusi itu dianggap tidak baik, maka silakan pemerintah membuat konsep yang lebih baik dari usul saran konsep yang kami berikan,” tegasnya.