INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menyiapkan langkah lanjutan pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Mangunreja. Tak sekadar mengejar pembangunan fisik, fasilitas olahraga tersebut diarahkan memiliki kualitas lapangan sepak bola yang memenuhi standar internasional.
Salah satu rujukan yang akan digunakan Pemkab Tasikmalaya adalah Lapangan Lodaya di Kecamatan Cisayong. Lapangan tersebut dinilai bisa menjadi contoh karena telah menerapkan standar yang mengacu pada regulasi Federation Internationale de Football Association (FIFA).
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi saat meninjau Lapangan Lodaya Cisayong, Rabu 7 Oktober 2026.
Menurut Asep, pihaknya tidak perlu mencari referensi terlalu jauh untuk membangun fasilitas olahraga berkualitas. Pengalaman pengelolaan dan penataan Lapangan Lodaya dapat dijadikan salah satu acuan dalam melanjutkan pembangunan SOR Mangunreja.
“Untuk pembangunan stadion di Mangunreja, tidak perlu jauh-jauh. Contoh saja Lapangan Lodaya Cisayong yang sudah diakui sesuai standar FIFA. Kuncinya adalah menjaga kualitas,” ujar Asep.
Ia menjelaskan, membangun lapangan sepak bola yang memenuhi standar internasional tidak cukup hanya mengandalkan permukaan rumput yang bagus. Ada sejumlah aspek teknis yang harus diperhitungkan sejak tahap konstruksi.
Mulai dari konstruksi fondasi lapisan bawah, sistem drainase dengan memperhatikan kemiringan maupun daya resap air, hingga penggunaan jenis rumput yang sesuai untuk lapangan sepak bola.
Salah satu jenis rumput yang menjadi perhatian adalah zoysia matrella, yang dinilai sesuai untuk menunjang kualitas permukaan lapangan.
Karena itu, Asep menegaskan Pemkab Tasikmalaya akan memberikan perhatian terhadap proses pembangunan agar SOR Mangunreja nantinya tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar dapat digunakan sesuai fungsi dan memenuhi standar yang ditetapkan.
“Saya akan ikut memperhatikan sejauh mana fungsi Stadion Mangunreja ini nantinya. Stadion harus betul-betul bisa difungsikan dan memenuhi standar yang direkomendasikan FIFA,” tegasnya.
Lebih jauh, keberadaan SOR Mangunreja diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas olahraga masyarakat. Pemkab Tasikmalaya memiliki ambisi agar stadion tersebut dapat berkembang menjadi pusat kegiatan sepak bola dengan cakupan yang lebih luas.
Bahkan, Asep membuka peluang SOR Mangunreja nantinya menjadi homebase Persitas Kabupaten Tasikmalaya.
Dengan fasilitas yang representatif, stadion tersebut diharapkan dapat digunakan berbagai klub untuk menggelar pertandingan, termasuk kompetisi berskala nasional hingga internasional.
“Sehingga stadion bisa dipergunakan oleh berbagai klub, bahkan jadi homebase Persitas untuk menyelenggarakan pertandingan kelas nasional maupun internasional. Kita semua harus punya cita-cita ke sana,” kata Asep.
Selain aspek pembangunan, keterlibatan sumber daya manusia lokal juga menjadi perhatian. Asep mendorong agar pengerjaan SOR Mangunreja dapat melibatkan tenaga atau putra daerah yang memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam pembangunan fasilitas olahraga.
Menurutnya, sejumlah tenaga lokal telah memiliki pengalaman mengerjakan sarana olahraga di berbagai daerah, mulai Malangbong, Bekasi hingga Purwakarta.
“Pergunakan saja putra daerah yang sudah berprestasi dan karyanya diakui oleh semua pihak,” pungkasnya.











